SATUKANAL.COM
Mojokerto
Caption: Kapolres Mojokerto, Apip Ginanjar, saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Rabu (13/7/2022). Doc: Alawi/Satukanal.com
BERITA Kanal Highlight Mojokerto Raya

Modus Guru Agama Cabul di Sooko Mojokerto, Korban Dicekoki Video Porno Sebelum Dicabuli

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Polres Mojokerto berhasil mengungkap kasus dugaan pencabulan terhadap santri yang dilakukan ustaz D di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, Apip Ginanjar menjelaskan, dalam melancarkan aksinya ustaz D kerap mencekoki korban dengan video porno sebelum dicabuli.

“Dalam melakukan aksinya, pelaku ustaz D terlebih dahulu mempertontonkan video (porno) kepada korban,” ujar Apip dalam konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Rabu (13/7/2022).

Dalam perkara pencabulan ini polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti dari ustaz D. Di antaranya handphone merk Oppo Reno4 yang berisi video porno.

“Dari tangan pelaku kami berhasil mengamankan ponsel yang berisi video porno,” sebut Apip.

Ada beberapa video porno yang disimpan pelaku. Namun polisi tidak memperinci jumlah dan jenis koleksi video porno ustaz D.

Sementara berdasarkan pengakuan salah satu korban beriniasial A, ustaz D memiliki ratusan video porno. Tidak hanya itu, ustaz D juga menyimpannya di folder dengan pin tertentu.

“Ya, ada folder tersendiri dan dikasih kunci pin tertentu, hanya dia (ustaz D) yang tahu (cara membukanya),” ucap korban A kepada Satukanal.com beberapa waktu lalu.

Tidak hanya video porno berlainan jenis, ustaz D disebut juga mempertontonkan video porno beradegan sesama jenis baik gay maupun lesbian.

“Pernah memperlihatkan sesama laki-laki dan video sesama perempuan,” beber korban A.

Ustaz D juga menyuruh korban A melakukan masturbasi, sekaligus menyuruh menonton video porno saat sendiri di rumah.

“Dia juga menyuruh (masturbasi) saat di rumah, dan menyuruh menonton video porno,” ungkap korban A.

Tidak hanya korban A. Kedua korban lain yakni Y dan F juga mengalami hal yang sama.

Menurut korban Y, ustaz D pernah mengajak ke suatu ruangan kemudian memintanya untuk memijat kaki dan pahanya.

“Kemudian dia meminta saya terlentang dan membuka celana dan sarung, kemudian disuruh menonton video porno,” tutur korban Y.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) korban yakni Ansorul Huda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat kepolisian.

Menurutnya, kasus pelecehan kepada anak di tempat pendidikan harus menjadi perhatian semua pihak.

“Bentuk apresiasi kami kepada teman-teman kepolisian yang sangat cekatan dalam mengayomi dan melayani masyarakat,” kata Ansorul.

Berkaca dari kasus ini, Ansorul mengimbau kepada orang tua untuk memberikan pendidikan seks sejak dini. Tidak kalah penting juga memberikan pemahaman internet sehat.

“Bagaimana menjelaskan bahwa ini boleh, ini tidak, akibatnya begini. Jadi seks edukasi harus diberikan sejak dini dan internet sehat,” tuturnya.

Ketua WCC Mojokerto, Yuni Safera, juga mengucapkan terima kasihnya kepada Polres Mojokerto.

Terlebih, kata dia, kasus kekerasan seksual pada anak dan perempuan membutuhkan penanganan khusus.

“Kami sangat berterima kasih kepada kerja kepolisian yang membantu mengungkap kasus pelecehan seksual di Mojokerto,” pungkas Yuni.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi

Kanal Terkait

Satukanal.com