SATUKANAL.COM
Minyakita
Caption: Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, saat melakukan peninjauan di Pasar Blimbing Kota Malang. Doc: Lutfia/Satukanal.com
BERITA Kanal Highlight Malang Raya

Minyakita di Pasar Blimbing Kota Malang Langka

Satukanal.com, Kota Malang – Stok minyak goreng yang diluncurkan oleh Kementerian Perdagangan, Minyakita, di Pasar Blimbing Kota Malang mengalami kelangkaan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wiyanto, salah satu pedagang di Pasar Blimbing.

Wiyanto mengatakan, saat ini tokonya sudah tidak lagi menjual Minyakita karena langka.

“Minyakita (di sini) tidak ada. Biasanya per liter Rp14.000, tapi dari pemerintah (harga yang dibanderol) Rp12.500, sehingga harga eceran tertinggi Rp14.000. Kalau pengecer kampung itu biasanya ngasihnya Rp13.000. Barangnya (Minyakita) dari Diskopindag terakhir bagi akhir Desember 2022,” jelas Wiyanto, Selasa (24/1/2023).

Berdasarkan pantauan Satukanal.com di pasaran, harga Minyakita di beberapa toko sudah mengalami kenaikan harga dari Rp14.000 menjadi Rp16.000 per liter.

Menurut Wiyanto, dibandingkan dengan Minyakita, minyak goreng curah lebih banyak diminati terutama oleh para penjual gorengan. Per hari, tokonya bisa menjual 6-7 jeriken dengan masing-masing berkapasitas 15 kilogram.

Baca Juga :  Permudah Masyarakat Bayar Pajak, SPPT PBB 2023 di Kota Malang Dilengkapi dengan QRIS

“Di sini menjual minyak goreng premium merk Prima di harga Rp40.000 per dua liter, kalau Sabrina Rp17.000 per liter. Peminat lebih banyak yang curah, apalagi penjual gorengan, daripada Minyakita dia lebih suka curah, karena Minyakita gampang hitam. Per hari bisa lagi 6-7 jeriken yang 15 kilogram yang curah. Kalau beli jerikennya kita jual Rp225.000, isinya 15 kilogram, kalau seliter paling banyak sembilan ons,” beber Wiyanto.

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengungkapkan, bahwa harga minyak goreng memang mengalami kenaikan sebesar Rp3.000-4.000 per liter.

Untuk mengatasi kenaikan harga terutama untuk Minyakita, Eko menuturkan bahwa pihaknya akan memastikan supply agar berjalan lancar.

Baca Juga :  Pemkot Malang Terima 2 Bus Macito dari J99

“Pasti nanti akan kami koordinasikan, karena kalau supply lancar saya kira tidak ada masalah (terhadap kenaikan harga), sehingga HET akan imbang. Kami akan laporkan hasil survei dan koordinasikan dengan Bulog, Pisda, dan tim inflasi,” lanjutnya.

Selain minyak goreng, beras juga mengalami kenaikan harga Rp200 per kilogram. Menurut Eko, kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan, sebab harga di tiap toko kerap mengalami perbedaan.

“Kalau beras saya kira masih normal, kisaran Rp12.000-Rp12.500, karena setiap pasar untuk harga beras itu tidak sama. Perbedaannya tidak terlalu signifikan, paling 1 kilogram selisih Rp100-200, saya kita ini tidak masalah,” dalihnya.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi

Kanal Terkait

Satukanal.com