Menilik Aktifitas Warga Binaan Lapas Kelas IIA Malang, Dari Pengajian Hingga Khatam Al-Quran 40 Kali | SATUKANAL.COM
May 27, 2022

WBP Lapas Perempuan Kelas IIA Malang melaksanakan tadarus Al-Quran (foto: ist)

Satukanal.com, Kota Malang – Tidak jauh berbeda dengan masyarakat yang beraktivitas selama Ramadhan pada umumnya, Warga Binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang juga melakukan hal yang serupa. Bahkan setiap harinya mereka dengan giat melaksanakan kegiatan kajian Pondok Pesantren (Ponpes) hingga mengkhatamkan Al-Quran.

“Lapas Perempuan Kelas IIA Malang ini kegiatannya selama Ramadhan tidak jauh berbeda dengan masyarakat di luar, malah mereka dapat dibilang lebih khusyuk beribadah di dalam sini. Setiap pagi kita ada kegiatan ponpes dan dilanjut bertadarus,” ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Malang Tri Anna Aryati, Jumat (29/4/2022).

Lapas yang memiliki sekitar 498 warga binaan ini hampir 80 persennya merupakan pemeluk agama Islam. Dari pagi mulai pukul 08.00 – 10.00 WIB warga binaan menuju ke salah satu ruang yang digunakan untuk kegiatan pondok pesantren. Usai melakukan ponpes, bagi warga yang bersedia akan melakukan tadarus bersama-sama.

Baca Juga :  Walkot Sutiaji: Tugas Mendidik Bukan Hanya Lembaga Pendidikan, Itu Kewajiban Kita Semua

“Tadarusnya dari jam 10.00 – 14.00 WIB sehingga mereka tadarusan sekitar 4 jam. Kita bekerjasama dengan pihak ketiga, dalam rangkaian kegiatan ini. Jadi agendanya ada yg ceramah, bedah ayat, kemudian kalau ada yang belum bisa baca Al-Quran ya belajar Iqra, macem-macem,” sambungnya.

Sulik Lestyowati (56 th) merupakan salah satu warga binaan yang rutin mengikuti kegiatan tadarus Al-Quran. Perempuan yang terkena vonis penjara 4 tahun 8 bulan akibat kasus korupsi yang sempat ramai di Kota Malang beberapa tahun yang lalu tersebut mengungkapkan bahwa sepanjang Ramadhan ini, ia bersama rekan-rekannya telah khatam sebanyak 40 kali.

Baca Juga :  Gemari Olahraga Ekstrem, Siswa SD Muhammadiyah 9 Malang Ini Bertekad Ukir Prestasi di Perlombaan Panjat Tebing

“Ini sudah khatam 40 kali di bulan Ramadhan karena dibagi. Jadi juz 1 dan terakhir dibaca, kemudian juz lainnya saling menyimak antar teman bareng-bareng,” ujar Sulik.

Selain mengikuti tadarus dan pondok pesantren, ia juga kerap mengikuti aktivitas pelatihan dan pemberdayaan yang disediakan oleh lapas, yaitu membuat kerajinan taplak meja. Saat ini Sulik telah menjalani hukumannya selama 4 tahun dan diperkirakan pada tahun ini ia sudah diperkenankan untuk bebas kembali.

“Saya dapat remisi juga 3 bulan karena saya membayar subsider. Yang jelas harapannya, ingin menebus dosa-dosa, ingin taubat dan bisa kembali ke keluarga. Apa yang selama ini kita jalankan di rutan, semoga juga bisa diterapkan di keluarga,” imbuhnya.

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah