Mengenang Romantisme Berkirim Kartu Lebaran Lewat Kantor Pos | SATUKANAL.COM
May 27, 2022

Situasi Kantor Pos Kota Malang (Foto: Lutfia/satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Beberapa tahun yang lalu, pada masa ketika kecanggihan alat komunikasi belum marak seperti saat ini, masyarakat masih menggunakan jasa pengiriman surat seperti melalui Kantor Pos Indonesia untuk bertukar kabar. Kegiatan tersebut juga termasuk dengan saling berkirim kartu lebaran untuk menyambut datangnya Idul Fitri.

Romantisme berkirim kartu lebaran rupanya juga terjadi di PT Pos Indonesia Kota Malang, dimana pada sekitar 10 tahun yang lalu, para kurir tak pernah berhenti mengirimkan kartu ucapan yang dititipkan oleh masyarakat Kota Malang.

“Dulu sekitar 10 tahun yang lalu, kami setiap masa bulan Ramadhan selalu sibuk karena ada kartu lebaran untuk ucapan idul fitri, termasuk juga saat natal cukup intens pengirimannya,” ujar Executive GM Pos Indonesia Malang, Achmad Ridwon, Selasa (26/4/2022).

Baca Juga :  Implementasi Merdeka Belajar, UB Malang Kirim 34 Mahasiswanya ke Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Ridwon menceritakan bahwa ketika itu para pegawai masih berada di kantor bahkan setelah selesai tarawih. Pun ketika tepat di hari h lebaran, beberapa kurir masih didapati mengantarkan surat-surat yang dikirimkan untuk memeriahkan hari lebaran.

Jaman mulai berkembang, dan manusia kini mulai menggemari segala hal yang bersifat instan. Perlahan kegiatan berkirim kartu ucapan lebaran telah tergeser dan digantikan dengan aplikasi pesan instan yang ada di smartphone.

“Semakin ke sini surat-surat tadi sudah beralih dengan adanya BBM, WhatsApp sehingga sudah terdisrupsi dan semakin ke sini semakin habis surat yang dikirim untuk kepentingan pribadi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Jembatan Lembah Dieng Ambruk, Akses Jalan Terpaksa Ditutup

Meskipun demikian, ternyata masyarakat masih tetap membutuhkan jasa dari Kantor Pos selama musim Ramadhan maupun Lebaran. Dari yang semula mengirim kartu ucapan lebaran, kini telah beralih kepada pengiriman parcel maupun masyarakat yang menggunakan jasa jual-beli online.

“Kami tiap hari menghadapi lonjakan khususnya untuk kiriman online dari pebisnis online, dan pendistribusian kami juga sekarang banyak yang berbentuk parcel. Jadi kami transformasi kea rah sana dan layanan juga terdigitalisasi,” jelas Ridwon.

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah