Mengenal Istilah Ekshumasi Yang Dilakukan Pada Jenazah Brigadir J | SATUKANAL.COM
Ekshumasi

Satukanal.com, Nasional– Ekshumasi terhadap jenazah Brigadir J dilakukan oleh Tim Khusus Polri dan para ahli kedokteran forensik hari ini, Rabu (27/7/2022).

Ekshumasi makam Brigadir J berlangsung sejak pukul 07.00 WIB Tempat Pemakaman Umum Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Lantas, sebenarnya apa itu ekshumasi? Simak ulasanya berikut.

Apa Itu Ekshumasi?

Menungkil dari jurnal Ilmu Forensik dan Medikolegal FK Universitas Sam Ratulangi Manado, “Ekshumasi adalah penggalian mayat atau pembongkaran kubur yang dilakukan demi keadilan oleh yang berwenang dan berkepentingan dan selanjutnya mayat tersebut diperiksa secara ilmu kedokteran forensik.”

Sementara itu, menurut Majalah Kedokteran Nusantara The Journal of Medicine School Vol 52, kata ekshumasi berasal dari bahasa latin “ex” yang artinya keluar dan “humus” berarti tanah.

Adapun ekshumasi berarti penggalian kubur yang dilakukan oleh kedokteran kehakiman di mana mayat kembali dikeluarkan setelah dimakamkan dari dalam kubur.

Umumnya, hal ini dilakukan karena setelah beberapa waktu mayat dikubur, timbul kecurigaan bahwa korban mati secara tidak wajar, seperti adanya tindak pelanggaran hukum yang dimungkinkan karena kecelakaan yang disengaja maupun keracunan.

Ekshumasi perlu dilakukan ketika dicurigai kematian sesorang dianggap tidak wajar. Proses ekshumasi umumnya dilakukan karena ada keterkaitan dengan tindak pidana maupun memperjelas kematian yang masih kabur bagi penyidik maupun badan lain seperti asuransi.

Akurasi hasil autopsi ulang jenazah yang telah lama dikubur juga tergantung berapa lama jarak waktu saat ia dimakamkan hingga tindakan ekshumasi.

Berikut beberapa sebab yang menyebabkan ekshumasi dilakukan:

  • Penguburan mayat secara ilegal untuk menyembunyikan kematiannya atau karena alasan-alasan kriminal
  • Pada kasus dimana sebab kematian yang tertera dalam surat keterangan kematian tidak jelas dan menimbulkan pertanyaan
  • Pada kasus yang identitas mayat yang dikubur tidak jelas kebenarannya.
  • Pada kasus untuk mendapatkan ganti rugi dari pihak asuransi.

Ekshumasi haruslah merupakan tindakan terencana dan saat melakukan penggalian sejumlah syarat diperlukan, yakni:

  • Ada surat perintah tertulis dari penyidik yang isinya mengenai keterangan kematian berdasarkan KUHAP pasal 133 dan pasal 136
  • Saat pelaksanaan penggalian mayat, harus hadir penyidik/polisi beserta pihak keamanan, pemerintah setempat, dokter beserta pembantunya, keluarga korban, petugas pemakam/penjaga kuburan, dan penggali kuburan

Sejumlah tahap ekshumasi, yakni:

  • Tindakan pencegahan umum.
  • Identifikasi dan pembukaan kuburan, pengambilan sampel dari tanah.
  • Identifikasi dari peti mayat dan pendapat hakim ataupun penyidik.
  • Otopsi

Sebelumnya diketahui Brigadir J tewas di rumah dinas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) nonaktif Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli lalu. Sejumlah dugaan pun muncul terkait tewasnya Brigadir J, di antaranya dugaan dari pihak keluarga bahwa kasus adalah pembunuhan berencana.

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menaikkan kasus dugaan pembunuhan berencana ke tahap penyidikan. Dengan begitu, polisi telah menemukan dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut. Namun, masih belum ada penetapan tersangka.

 

 

(Adinda)

Advertisements