Mengenal Ikan Red Devil Dan 6 Fakta Menarik Ikan Yang Disebut Nenek Moyang Louhan Ini | SATUKANAL.COM
Ikan Red Devil

Ilustrasi Ikan Red Devil (Foto: freepik)

Satukanal.com, Nasional– Ikan Red Devil merupakan jenis ikan yang mulanya diburu oleh para kolektor ikan hias. Namun, ikan bernama latin Amphilophus labiatus ini belakangan dibenci oleh para nelayan di Danau Toba, Sumatera Utara, karena memangsa ikan lain.

Adapun Red Devil merupakan spesies yang terbilang invasif karena bisa berkembang biak dengan cepat, dan ikan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Di beberapa daerah di Indonesia, penyebutan ikan ini bermacam-macam. Di antaranya ikan oscar, setan merah, louhan merah dan nonong.

Iklan iblis merah ini bukanlah asli dari Danau Toba, melainkan berasal dari kawasan Danau Nicaragua, Amerika Tengah. Ikan iblis ini disamakan dengan jenis spesies air lainnya yang tergolong invasif seperti ikan arapaima, dan piranha.

Kendati berasal dari Amerika Tengah, ikan Red Devil ini diketah

ui sudah menyebar di seluruh Indonesia, seperti di Waduk Sermo (Yogyakarta), Kedung Ombo (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Sentani (Papua) dan lain sebagainya.

Apa itu ikan Red Devil?

Dilansir dari Fishkeeping World edisi 8 Oktober 2021, ikan Red Devil atau ikan iblis merah ini merupakan spesies aiar tawar yang berasal dari Amerika Tengah.

Ikan Red Devils ini memiliki penampilan untik yang indah, ukuran besar dan agresi ekstrem membuat mereka menjadi tambahan yang menarik di dalam akuarium. Ikan ini diketahui ada dua jenis lagi yakni Amphilophus labiatus (A. labiatus) dan Amphilophus citrinellus (A. citrinellus).

Ikan ini memiliki penampilan unik yang indah, ukuran besar dan agresi ekstrem membuat mereka menjadi tambahan yang menarik di dalam akuarium. Ikan ini diketahui ada dua jenis lagi yakni Amphilophus labiatus (A. labiatus) dan Amphilophus citrinellus (A. citrinellus).

Red Devil A. labiatus adalah ikan besar yang panjangnya mencapai 15 inci atau lebih dari 38 cm saat dewasa. Sedangkan, Red Devil A. citrinellus memiliki panjang kisaran 10-14 inci atau 25-35 cm. A. labiatus ini awalnya diklasifikasikan pada tahun 1964 sebagai Cichlasoma labiatum oleh seorang pria bernama Gunther.

Baca Juga :  Ingin Berlibur? Siapkan 6 Aplikasi Rekomendasi Wisata Ini

Ikan setan merah ini berisiko diserang oleh ikan hiu, tetapi ikan Red Devil ini tidak disarankan untuk ditaruh di akuarium bersama ikan-ikan lainnya, karena ia adalah pemangsa atau predator ulung.

Morfologi ikan Red Devil

Ikan Red Devil memiliki variasi warna yang luas, dari abu-abu ke hijau ke putih, merah muda, dan merah. Tidak jarang kita bisa melihat ikan iblis merah ini dengann bintik-bintik hitam atau pita di ekor atau siripnya.

Di alam liar, mereka terkadang terlihat dengan bibir yang lebih besar, tetapi hal itu tampaknya tidak terjadi di penangkaran. Meskipun rata-rata kebanyakan ikan ini ditemukan dengan panjang sekitar 38 cm saat dewasa, ada pula yang beratnya mencapai 1,2 Kg.

Ukuran ikan Red Devil jantan akan lebih besar daripada betina. Selain itu, jantan juga memiliki punuk permanen di leher mereka, yang merupakan punuk berkembang biak sementara di habitat alami mereka. Ikan Red Devil jantan juga memilki papila genital yang runcing.

Perilaku khas ikan Red Devil

Dengan gigi besar dan rahang yang kuat, ikan Red Devil adalah jenis ikan yang memang kekuatannya patut diperhitungkan. Nama Red Devil atau Iblis Merah itu disematkan bukan karena penampilannya yang berwarna merah, tetapi memang kepribadian atau perilakunya yang buas dan ganas tersebut.

Ikan ini sendiri menjadi predator atas penghuni aliran air tawar lain seperti siput, ikan kecil, larva, serangga, dan cacing. Red Devils atau ikan setan merah juga dikenal sangat agresif dan akan mengejar ikan calon mangsanya sampai dapat, bahkan tidak segan untuk melepaskan ekor atau membunuh mereka.

Fakta Ikan Red Devil

Setelah megenal ikan jenis Red Devil di atas, ada ebberapa fakta menarik ikan ini yang mungkin belum banyak orang tahu. Simak urainnya berikut ini.

1. Banyak dijadikan sebagai ikan hias

Banyak masyarkat yang menjadikan ikan ini sebagai ikan hias di aquarium, meskipun disebut membahayakan perairan. Ikan ini memang memiliki motif yang hampir menyerupai dengan Louhan, sehingga sejumlah orang justru malah memeliharanya. Warna merah pada Ikan Red Devil tersebut memang sangatlah mencolok jika diletakan dalam aquarium.

Baca Juga :  7 Mie Instan Terbaik 2022 Versi Ramen Blgger Populer, Indomie Posisi Berapa?

2. Kemampuan adaptasi yang baik

Ikan ini memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Kemampuan adaptasinya inilah yang membuatnya mudah berkembang biak serta hidup di beragam kondisi perairan.

3.Bisa dikonsumsi serta Miliki Kandungan Protein dan Asam Amino

Ikan ini tergolong jenis ikan yang dapat dikonsumsi. Bahkan beberapa orang menyebut jika rasa dari ikan ini lebih enak jika dijadikan sebagai olahan kripik.Selain itu, ikan ini juga memiliki kandungan Asam Amino dan protein yang tinggi. Kandungan tersebut bahkan sangat baik digunakan sebagai bahan campuran pupuk tanaman.

4. Nenek moyang Louhan

Karena kemiripannya dengan jenis Ikan Louhan, beberapa orang mempercayai jika Ikan Red Devil ini merupakan nenek moyang dari Ikan Louhan. Secara warna dan bentuk, ikan ini memang punya kemiripan dengan ikan Louhan.

5. Ikan invasi

Peneliti Iktiologi Pusat Penelitian Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Haryono mengungkapkan, jika ikan ini merupakan jenis ikan invasi yang menjadi titik awal dari sumber penyebab pentingnya kerusakan keanekaragaman hewan air (hayati) di Indonesia.

6. Dilarang di Indonesia

Ikan ini ternyata masuk dalam kategori ikan yang dilarang untuk dimasukkan, dibudidaya, diedarkan dan juga dilepasliarkan ke wilayah perairan Indonesia.

Hal ini termuat dalam Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor 19 tahun 2020 yang mengatur tenang Larangan Pemasukan, Pembudidayaan, Peredaran dan Pengeluaran Jenis Ikan Yang Membahayakan dan atau Merugikan Dalam dan Dari Perairan Negara Republik Indonesia.

Demikian ulasan mengenai ikan Red Devil yang belum banyak diketahui orang. Meski memiliki corak dan warna yang indah, ternyata ikan ini bersifat invasif dan dapat membahayakan lingkungan perairan yang ditempatinya. Meski begtu, banyak orang yang menajdikannya sebagai ikan hias di akuarium yang tidak ditempatkan dengan ikan lainnya.

 

(Adinda)