Melihat 2 Makam Yang Diyakini Warga Sebagai Orang Sakti Di Gunung Pucangan Jombang
May 27, 2022
Gunung Pucangan

Caption: Makam di Gunung Pucangan yang dikeramatkan oleh masyarakat setempat. (Anggit/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kabupaten Jombang – Dua makam di Gunung Pucangan, Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dipercaya sebagai pusara orang sakti.

Dua makam tersebut yaitu makam Dewi Kili Suci dan Eyang Sakti. Dua makam ini bukanlah satu-satunya makam yang ada di Gunung Pucangan, tapi terdapat 11 makam lainnya.

Juru kunci Gunung Pucangan, Purwanto mengatakan, bahwa dua makam tersebut dipercaya masyarakat sebagai makam orang-orang sakti. Ia pun menceritakan rincian dua tokoh yang dianggap spesial oleh masyarakat sekitar tersebut.

“Dewi Kilisuci itu putri dari Raja Airlangga. Jadi diceritakan, dahulu sang putri pergi meninggalkan kerajaan karena menolak menjadi Ratu Kediri, padahal itu merupakan keinginan sang raja,” tutur Purwanto, Jumat (29/4/2022).

Pergi dari kerajaan kala itu membuat Dewi Kilisuci mengasingkan hidupnya, dan melakukan perjalanan. Pada satu ketika, di tengah perjalanannya, Dewi Kilisuci bertemu dengan pembabat Alas Pucangan yakni Eyang Sakti.

“Sesaat setelah pertemuan itu, Dewi Kilisuci yang melakukan perjalanan didampingi oleh dayang-dayangnya kemudian tinggal di padepokan sampai akhir hayatnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Warga di Jombang Diduga Keracunan Gegara Santap Nasi Kotak Tahlilan

Purwanto menjabarkan, alasan dari Dewi Kilisuci menolak menjadi penerus takhta kerajaan  karena ia berpegang teguh pada prinsipnya. Ia baru mau menjadi Ratu saat rakyatnya sudah sejahtera.

“Ibaratnya dia tidak mau menjadi ratu jika rakyatnya belum kenyang,” kata Purwanto.

Selama masa hidupnya, Dewi Kili Suci menetapkan diri di Gunung Pucangan. Nama asli dari Dewi Kilisuci adalah Sanggramawijaya Dharmaprasada Utunggadewi, dan sering bertapa di area yang sekarang jadi tempat ziarah ini.

Sejak era Islam, tempat-tempat moksa para leluhur orang Jawa sengaja divisualkan dalam bentuk makam.

Hal ini untuk mengikis sifat musyrik dan menggantinya dengan tradisi ziarah.

Saat ini, di situs Gunung Pucangan kita juga bisa menjumpai beberapa makam lain. Di antaranya makam Maling Cluring, makam Maling Adiguna, dan makam Eyang Ronggo.

Selain makam Dewi Kilisuci, juga terdapat satu makam lain yang dianggap dulunya orang sakti oleh masyarakat, yaitu Eyang Sakti atau Maling Celurit.

Baca Juga :  Kunjungi Mojokerto, Divpropam Polri Cek Kesiapan Petugas Pospam Sekarputih

Maling di sini tidak diartikan buruk. Purwanto meluruskan, bahwa cerita yang beredar luar soal Maling Celurit bukan berarti hal buruk.

“Eyang Sakti itu bukan maling, jadi cerita yang beredar selama ini keliru. Beliau itu sakti dan dulunya senang berbagi rezeki pada orang yang tidak mampu. Maling diartikan bukan sebagai pencuri. Pencuri di sini artinya sebagai maling baik hati,” jelasnya.

Eyang Sakti, kata Purwanto, merupakan orang baik dan sering membantu sesama. Bahkan sampai akhir hidupnya masyarakat sekitar segan terhadap beliau.

“Jadi jika ada cerita yang beredar negatif itu tidak benar. Sampai sekarang juga masih banyak orang yang pergi ziarah untuk mendoakan,” bebernya.

Gunung Pucangan sendiri berada di utara Kabupaten Jombang, jaraknya dari Jombang Kota atau Taman ASEAN sekitar 28,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam.

Pewarta: Anggit Pujie Widodo
Editor: U Hadi