Maraknya Kasus Hepatitis Akut Di Kalangan Anak-anak, Walkot Malang Imbau Warga Perkuat Imunisasi
May 22, 2022
Hepatitis Akut

Caption: Foto ilustrasi – Seorang bayi yang lahir dari ibu yang menderita Hepatitis B mempunyai resiko 30-90%, 90% terjadi saat persalinan. Mereka yang terinfeksi sejak lahir umumnya tidak memperlihatkan gejala klinis (Doc: sehatnegeriku.kemkes.go.id)

Satukanal.com, Kota Malang – Maraknya kasus hepatitis akut yang mayoritas menyasar anak-anak secara misterius kini menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

Di Indonesia sendiri, sudah terdapat beberapa kasus dugaan penularan hepatitis akut.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengimbau masyarakat terutama warga Kota Malang untuk menguatkan imunisasi terutama bagi anak-anak.

“Mitigasi apa yang dipakai terkait hepatitis akut ini, kita sampaikan kepada masyarakat untuk imunisasi kita kuatkan, sehingga tidak ada yang terjangkit hepatitis,” kata Sutiaji, Senin (9/5/2022).

Hingga saat ini, Sutiaji belum mendapatkan laporan terkait kasus hepatitis akut yang terdeteksi menjangkit warga Kota Malang.

Baca Juga :  5 Warung Nasi Bhuk Malang, Porsi Pas dengan Pilihan Lauk yang Aduhai!

Sementara itu, Sutiaji menyebut terhambatnya vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak juga dilatarbelakangi oleh imunisasi untuk hepatitis yang dilaksanakan serentak di sekolah.

“Kenapa vaksin (Covid-19) untuk anak melambat sedikit, karena dulu masih ambang batas dari imunisasi yang kedua untuk hepatitis, kan dilaksanakan serentak untuk sekolah. Artinya sudah kita sasar semua, dan laporan dari Dinkes belum ada yang terjangkit. Mudah-mudahan tidak ada,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, juga mengimbau masyarakat mengenali gejala dan tanda apabila seseorang terjangkit virus hepatitis akut.

Baca Juga :  Momentum Harkitnas, ‘Ayo Bangkit Bersama’ telah Terefleksikan oleh Warga Kota Malang

Gejala tersebut di antaranya mata dan kulit kekuningan, tinja berwarna gelap, nyeri pada bagian persendian, kejang, hingga nyeri kepala.

“Prinsipnya adalah diimbau kepada masyarakat untuk dapat berperilaku hidup bersih dan sehat. Baik pribadi atau hygiene maupun lingkungan atau sanitasinya,” tutur Husnul.

Husnul juga meminta untuk senantiasa menerapkan SOP standar ketika bertugas, yakni dengan mengenakan Personal Protective Equipment (PPE) atau alat pelindung diri, dan cuci tangan ketika sebelum maupun sesudah perawatan. (ADV)

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi