Mahasiswa UB Tertangkap Densus 88, Wali Kota Malang Sebut Perlunya Revolusi Paradigma Pendidikan | SATUKANAL.COM

Foto: Wali Kota Malang, Sutiaji (foto: Lutfia/satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Usai dikabarkan seorang mahasiswa Universitas Brawijaya tertangkap di kamar kos daerah Dinoyo, Kota Malang, mengundang reaksi di berbagai banyak pihak. Khawatir peristiwa serupa terjadi lagi di Kota Malang, Sutiaji selaku Wali Kota Malang berpesan kepada pihak-pihak yang bergelut di dunia pendidikan bahwa perlu adanya revolusi paradigma.

“Caranya adalah revolusi paradigma pendidikan kita yang tidak hanya verbalis. Sekarang dengan merdeka belajar, anak dihadapkan pada tantangan nyata, harus bagaimana supaya tidak gampang terpengaruh,” ujar Sutiaji, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga :  Semarakkan Bulan Kemerdekaan, Ribuan Bendera Merah Putih Terpasang di Berbagai Sudut Kota Malang

Menurutnya, revolusi paradigma pendidikan yang selalu ia sampaikan di setiap pertemuan di wilayah pendidikan tersebut bukan hanya dapat mencegah pelajar maupun mahasiswa terhindar dari dogma-dogma terorisme, namun juga aliran ekstrim lainnya. Terlebih apabila yang ditekankan adalah terkait pendidikan karakter.

“Dengan demikian bukan hanya terorisme saja, tapi juga tidak terbujuk macam-macam aliran ektrim kanan, ekstrim kiri yang tidak Indonesiawi,” lanjutnya.

Sutiaji juga menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Malang sebagai langkah preventif untuk menghindari kejadian serupa terulang untuk ke sekian kalinya. Mengingat beberapa kejadian serupa seperti pendeklarasian ISIS, penangkapan teroris Dr. Azhari dan beberapa kasus lainnya terjadi di wilayah Malang Raya.

Baca Juga :  Cegah Kekerasan terhadap Anak, Pemkot Malang Akan Terus Lakukan Pengawasan dalam Sektor Pendidikan

“Akan kita kuatkan lagi (komunikasi dengan perguruan tinggi), beberapa bulan yang lalu juga sudah dilakukan seminar kerjasama BNPT dengan Unisma, ini salah satu upayanya. Meskipun terjadi di Malang tapi (pelaku) bukan orang Malang, berarti harus ada kewaspadaan masyarakat,” sambungnya.

 

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah