Mahasiswa UB Ancam Demo Besar-besaran Jika Ada Politisi Datang Ke Kampus | SATUKANAL.COM

Aksi mahasiswa yang menolak misi kampanye terselubung para politisi di lingkungan kampus UB (foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Sudah hampir 3 kali Universitas Brawijaya mendatangkan politisi yang menjabat sebagai menteri ke kampus dengan berbagai agenda. Mulai dari Siti Nurbaya selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan baru-baru ini Zulkifli Hasan selaku Menteri Perdagangan pun turut mendapat undangan untuk hadir di Universitas Brawijaya.

Hadirnya para politisi tersebut sontak memicu respon dari para mahasiswa Universitas Brawijaya yang menganggap ada agenda politik terselubung dalam mempersiapkan pemilu 2024 mendatang.

“Beberapa mahasiswa banyak yang resah atas kehadiran politisi ke Brawijaya karena kami merasa ranah akademisi sudah mulai tergeser. Kita melihat akhirnya untuk 2024 nanti, kita tidak mau Brawijaya menjadi ladang kampanye dan itu yang kami antisipasi,” ujar Nurkholis Mahendra selaku Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) Universitas Brawijaya.

Aksi penolakan oleh para mahasiswa ini dilakukan ketika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengundang Mendag Zulhas untuk datang dalam acara Sarasehan Kebangsaan mengenai pada Selasa (19/7/2022) lalu. Meskipun pada akhirnya Zulhas tidak hadir, namun ia tetap menyayangkan bahwa politisi-politisi yang didatangkan ke UB merupakan politisi yang bermasalah.

“Siti Nurbaya dari cuitannya di twitter mengatakan pembangunan di era Jokowi tidak boleh berhenti hanya karena alasan emisi dan deforestasi padahal beliau adalah Menteri LHK. Sedangkan Prabowo selaku Menhan beberapa yang kita kritisi terutama tentang komponen cadangan. Begitupula Zulhas yang etikanya selaku menteri sangat bermasalah dan sempat ditegur oleh Presiden Joko Widodo,” terangnya.

Selaku Presiden Eksekutif Mahasiswa, ia pun mengaku akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi apabila terdapat politisi yang terus berdatangan memasuki lingkungan kampus dan terindikasi melakukan kampanye.

“Untuk perdebatan pemilu di ranah kampus saya kita tidak masalah yang penting fair dan tidak ada kampanye, membawa gagasan yang relevan untuk ranah akademis. Banyak gagasan yang diinginkan mahasiswa salah satunya tentang RKUHP,” lanjutnya.

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah 

Advertisements