Lirik Lagu 17 Agustus “Hari Merdeka”, Lengkap Dengan Sejarah Serta Profil Penciptanya | SATUKANAL.COM
Lirik Lagu 17 Agustus

Bendera merah putih (Foto: Freepik)

Satukanal.com, Nasional– Lirik lagu 17 Agustus “Hari Merdeka” memang memiliki makna yang mendalam dalam perayaan terhadap kemerdekaan Indonesia. Tak heran, jika lagu ini kerapkali diperdengarkan di saat HUT RI.

Adapun pencipta lagu 17 Agustus “Hari Merdeka” adalah Husein Mutahar. Lantas, apa lirik lagu 17 Agustus “Hari Merdeka” serta sejarah dari sang penciptanya? Untuk ulasan lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini.

Makna Lirik Lagu 17 Agustus “Hari Merdeka”

Lirik Lagu 17 Agustus “Hari Merdeka” mengisyaratkan tentang kemerdekaan Indonesia yang telah dicapai pada 17 Agustus 1945 dan harus dipertahankan oleh seluruh rakyat Indonesia. Lagu 17 Agustus memiliki makna syukur dan bangga atas kemerdekaan Indonesia yang diraih 17 Agustus 1945.

Lagu ini menggambarkan gigihnya semangat para perjuangan pahlawan nasional untuk mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Semangat berjuang hingga Indonesia benar-benar merdeka.

Lagu yang memiliki tempo cepat dan tegas ini menjadi pecutan semangat para pejuang kemerdekaan dan Masyarakat Indonesia tempo dulu. Dimana seluruh Rakyat Indonesia harus tetap menjaga dan mengingat perjuangan para pahlawan bagaimana mempertahankan Indonesia.

Segala tumpah darah di berikan untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Rakyat Indonesia haruslah bangga dan bersyukur atas kemerdekaan Indonesia.

Lirik Lagu 17 Agustus juga mengajar kan cinta tanah air dan bangsa, dengan memberi semangat gotong royong yang sebelumnya telah dilakukan rakyat Indonesia tempo dulu melawan penjajahan. Berikut Lirik Lagu 17 Agustus’Hari Merdeka’.

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Mer—de—ka

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia tetap sedia

Mempertahankan In-do-ne-si-a

Kita tetap setia tetap sedia

Membela negara kita

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Mer—de—ka

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia tetap sedia

Mempertahankan In-do-ne-si-a

Kita tetap setia tetap sedia

Membela negara kita

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Mer—de—ka

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih dikandung badan

Kita tetap setia tetap sedia

Mempertahankan In-do-ne-si-a

Kita tetap setia tetap sedia

Membela negara kita

Kita tetap setia tetap sedia

Mempertahankan In-do-ne-si-a

Kita tetap setia tetap sedia

Membela negara kita

Itulah makna Lirik lagu 17 Agustus “Hari Merdeka” yang jarang diketahui orang. Setelah mengetahui makna dari lagu ciptaan Husein Mutahar, ketahui juga profil dari pencipta lagu 17 Agustus yang bisa menciptakan lagu dengan tempo bersemangat ini.

Profil Husien Mutahar,  pencipta lagu “Hari Merdeka”

Pencipta lagu “Hari Merdeka”, Husien Mutahar lahir di Semarang pada 5 Agustus 1916 dan meninggal di Jakarta, 9 Juni 2004. Husein Mutahar adalah seorang komposer musik lagu kebangsaan dan lagu anak-anak.

Menurut buku “Indonesia Pusaka” (2019) oleh Sopan Adrianto, Penerbit Elex Media Komputindo, puncak karier Husein Mutahar adalah sebagai duta besar di Vatikan dan menguasai paling tidak 6 bahasa secara aktif. Tak hanya sebagai komposer, Husein Mutahar aktif dalam kegiatan Kepanduan yang saat ini dikenal dengan Pramuka.

Selain itu, Husein Mutahar adalah tokoh utama pendiri gerakan Pramuka Indonesia dan pencetus ide Paskibraka, pengibar bendera pusaka yang beranggotakan pelajar di berbagai daerah di Indonesia.

Dikutip dari buku “Kumpulan Lagu Wajib Nasional, Tradisional, & Anak Terpopuler” oleh Hani Widiatmoko dan Dicky Maulana, Husein Mutahar juga pernah terlibat langsung dalam pertempuran di Yogyakarta dan mendapat tanda jasa Bintang Gerilya pada 1948-1949.

Lagu anak-anak ciptaan Husein Mutahar di antaranya Gembira, Tepuk Tangan Silang-Silang, Mari Tepuk, Slamatlah, Jangan Putus Asa, Saat Berpisah, dan Hymne Pramuka.

Lagu ciptaan Husein Mutahar yang populer adalah Hari Merdeka dan Himne Syukur. Sementara, karya terakhir Husein Mutahar adalah Dirgahayu Indonesiaku, yang menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia.

Sejarah lagu 17 Agustus “Hari Merdeka”

Tak lengkap juga rasanya jika tak berbicara mengenai sejarah dari lagu 17 Agustus “Hari Merdeka setelah mengetahui makna serta profil dari sang penciptanya.

Sejarah lagu Hari Merdeka dimulai saat Indonesia dalam fase gentingnya perang Revolusi di Yogyakarta pada 1946, Sukarno memanggil ajudannya, Husein Mutahar.

Menurut buku “100 Konser Musik Indonesia” (2018) oleh Anas Syahrul Alimi dan Muhidin M. Dahlan, Penerbit I:BOEKOE, Sukarno memerintahkan Husein Mutahar untuk membuatkan sebuah aubade yakni nyanyian atau musik penghormatan pada pagi hari.

Nah, untuk mengetes lagu tersebut, Husein Mutahar yang tidak memiliki orkes, meminjam orkes keraton.  Dengan semangat, Husein Mutahar mengonduktori permainan dengan naik di meja reot. Saking bersemangatnya, meja reot tersebut ambruk. Lagu Hari Merdeka pun dikumandangkan pada upacara 17 Agustus dan mendapatkan pujian dari Sukarno.

Nah, itulah ulasan mengenai lirik lagu 17 Agustus “Hari Merdeka”, profil pencippta lagu ini serta sejarah lengkap dari lagu ini. Dengan mengetahui hal-hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta kitaterhadap tanah air. Semoga bermanfaat.

 

(Adinda)

Advertisements