Lindungi Warisan Sejarah, Pemkot Malang Siapkan Perda Cagar Budaya
Malang

Caption: Wali Kota Malang, Sutiaji, dalam penandatanganan Prasasti the Shalimar Boutique Hotel sebagai heritage Kota Malang (Foto: Istimewa)

Satukanal.com, Kota Malang – Sebagai kota yang penuh dengan sejarah, Kota Malang memiliki banyak bangunan dan kawasan yang kini menjadi cagar budaya.

Melihat hal tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang semakin berkomitmen untuk memperkuat pelestarian cagar budaya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni dengan menggagas Perda terkait Cagar Budaya.

Nantinya, di payung hukum tersebut salah satunya akan diatur mengenai memberikan insentif dan disinsentif kepada pengelola atau pemilik bangunan cagar budaya.

“Ke depan akan kami godok terus Perda tentang cagar budaya, nanti berkaitan dengan insentif dan disinsentif yang harus kita kuatkan. Tidak serta merta menentukan ini bangunan cagar budaya tapi pelestariannya tidak kita jaga,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Sabtu (18/6/2022).

Baca Juga :  Mahasiswa UB Ancam Demo Besar-besaran Jika Ada Politisi Datang Ke Kampus

Diakui Sutiaji, memang selama ini Kota Malang masih kecolongan dengan tidak adanya peraturan yang mengikat terkait pengelolaan cagar budaya, terutama berkaitan dengan pemberian insentif dan disinsentif.

Menurutnya, kehadiran Perda amat penting. Sebab, meskipun sebagian bangunan cagar budaya tercatat sebagai aset pribadi masyarakat, namun pemerintah tetap harus hadir demi kelestariannya.

“Kita tidak boleh zalim, ketika nanti bangunan cagar budaya (seharusnya) tidak boleh diubah berarti pemerintah harus hadir. Caranya mungkin kalau ada tembok rusak kita benahi. Ketika sudah ada di Perda kan bisa pakai APBD, tapi kalau belum maka APBD juga tidak boleh,” sambungnya.

Komitmen untuk terus memperhatikan cagar budaya pun ditunjukkan Pemkot Malang dengan penandatanganan Prasasti The Shalimar Boutique Hotel sebagai heritage Kota Malang pada Selasa (14/6/2022) lalu.

Baca Juga :  DPRD Kota Malang Sampaikan Kekecewaannya terhadap Pemkot Malang terkait Jawaban atas Rancangan KUA-PPAS 2023

The Shalimar Boutique Hotel dulunya merupakan Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) pada tahun 90-an.

Beruntungnya, The Shalimar berada di tangan yang tepat, yakni Lily Jessica Tjokrosetio yang merupakan pemilik hotel dan sangat menaruh perhatian terhadap warisan budaya.

Menurut Lily, latar belakang sejarah menjadi salah satu daya tarik dari The Shalimar Boutique Hotel.

“Komitmen lestarikan gedung yang official menjadi cagar budaya, menjadi alasan utama selain kombinasi beberapa faktor lainnya. Bila kita hanya mengedepankan ekonomi tapi menghancurkan sejarah, tidak bisa dan tidak bernilai ke depannya,” beber Lily. (ADV)

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi