Lembaga Falakiyah NU Mojokerto Sebut Hilal Hari Ini Sudah Nampak | SATUKANAL.COM
May 22, 2022

Satukanal.com, Mojokerto– Tim Observatorium Bintang (POB) Lembaga Falakiyah NU Mojokerto Raya melakukan pengamatan hilal penentuan 1 Syawal 1443 H menjelang Lebaran 2022 di Gedung Lantai 5 PP. Al-Amin Putri Surodinawan, Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Minggu(1/4/2022).

“Kami akan menggelar rukyatul hilal bil fi’li dengan Lintang = -7°29’18.39″ LS, Bujur = 112° 25′ 12.8″ BT, dan tinggi tempat =70 mdpl. Untuk tempat kami memilih di Gedung Lantai 5 PP. Al-Amin Putri Surodinawan Prajuritkulon Kota Mojokerto Balai Rukyat NU Jabung Mojokerto,” ungkap ketua LFNU Kabupaten Mojokerto, Syamsul Ma’arif, SH kepada satukanal.com, Sabtu (1/5/2022)

Gus Syamsul mengatakan, penanggalan awal bulan Hijriah ditandai dengan terlihatnya (atau terhitung dapat terlihatnya) bulan sabit muda (hilal) pada saat Matahari tenggelam tanggal 29 bulan Ramadhan.

Baca Juga :  Randy Bagus Divonis 2 Tahun Penjara

Jika pada tanggal 29 tersebut tidak teramati hilal atau terhitung tidak mungkin teramati. Maka tanggal pada bulan Hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.

Pada tahun 2022, 29 Ramadhan 1443 H bertepatan pada tanggal 1 Mei 2022 sehingga LFNU Kabupaten Mojokerto akan melakukan pengamatan hilal Ramadan pada hari tersebut.

Sementara dalam pengamatan hilal akan menggunakan Teleskop Celestron Powerseeker 127 EQ. Teleskop otomatik merk loptron, teodholite Nikon Nol 322+2. Gus Syamsul mengatakan ada 4 orang syahid (orang yang melihat hilal) pada rukyatul Hilal sore ini.

Baca Juga :  PKS Mojokerto Buka Posko Mudik, Pengunjung Bisa Pijat Refleksi Gratis

pihak yang berwenang menentukan awal Ramadan dan Syawal adalah pemerintah Republik Indonesia melalui proses sidang itsbat pukul 19.00 WIB.

“Ada empat Syahid yang melihat Hilal dengan ketinggian Hilal berada di atas 4 derajat lebih pada pukul 17.25 WIB dengan Teleskop. Sedang melihat dengan mata telanjang pada pukul 17.26-17.28 WIB. Namun hasil rukyatul Hilal ini akan dilaporkan kepada LFNU Jatim. Nanti akan dilaporkan kementrian agama dan akan diputuskan melalui sidang Isbat,” tutur Gus Syamsul.

 

 

 

 

Pewarta: Alawi 

Editor: Ubaidhillah