Lama Tak Terdengar, Petirtaan Sumberbeji Kini Jadi Tempat Mengais Rezeki Warga
Petirtaan Sumberbeji

Caption: Lokasi Petirtaan Sumberbeji yang di sekitarnya kini berjejer warung. (Anggit/Satukanal.com)

Satukanal.com, Jombang – Lama tidak terdengar usai rampungnya ekskavasi di Petirtaan Sumberbeji, situs yang pernah menggemparkan masyarakat tersebut kini menjadi tempat para pedagang untuk mengais rezeki.

Petirtaan Sumberbeji sendiri berada di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Hingga kini Petirtaan Sumberbeji masih saja dikunjungi banyak pengunjung.

Melihat hal itu, beberapa warga sekitar berinisiatif membuka kedai kecil-kecilan di sekitar situs. Beberapa warung mulai dari warung kopi hingga warung makan berjejer rapi.

Sepintas, memang tidak ada yang berbeda dengan warung kopi pada umumnya.

Namun yang menjadi daya tarik adalah lokasi warung yang berada di sekitar area petirtaan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Petirtaan Sumberbeji mulai ditemukan pada bulan Juli 2019.

Kini, Petirtaan Sumberbeji sudah berubah dengan pagar bambu mengelilingi area petirtaan. Tepat di sisi utara petirtaan, berdiri angkringan warkop maupun warung makan yang kerap ramai pengunjung.

Dari pantauan Satukanal.com, terdapat 10 warkop yang berjejer.

Baca Juga :  Persiapkan Penilaian WBK/WBBM, Kantor Imigrasi Malang Perkuat Kesiapan Bersama Tim Penilai Internal

Salah satu pengunjung, Muhammad Munier (24) mengatakan, ia memang sering berkunjung ke lokasi petirtaan untuk sekedar ngopi bersama temannya.

“Enak saja buat ngobrol dan bersantai sama temen-temen. Lokasinya juga sejuk, tidak terlalu buat dingin, tidak panas juga, jadi nyaman,” ucap pria asal Ngumpul, Peterongan, itu, Rabu (25/5/2022).

Sejuknya lokasi petirtaan semakin nikmat dengan gorengan panas yang dijajakan para pedagang.

Munier menambahkan, dirinya selalu menyisihkan waktu satu bulan dua kali untuk mengunjungi Petirtaan Sumberbeji.

“Biasanya satu bulan dua sampai tiga kali ke sini. Kadang sendirian, kadang juga bersama teman-teman,” bebernya.

Menurut penuturan salah satu warga sekitar, Misbahul (24), aneka warung yang berada di lokasi ini sudah ada dua bulan sejak ditemukannya situs.

“Sekitar bulan September (2019) setelah situs ini ditemukan warung-warung ini berdiri. Jadi petirtaan ini selain mengenalkan sejarah juga membawa berkah bagi warga sekitar,” tutur Misbahul.

Baca Juga :  Mas Dhito Kantongi Restu Partai, Dua Periode Jadi Bupati Kediri

Para pengunjung biasanya berasal dari luar kota maupun dari Jombang sendiri. Petirtaan juga dibuka 24 jam, penjaganya pun bergantian dari warga setempat.

“Bukanya ya 24 jam. Kalau untuk warung ada yang buka, tapi tidak semua sampai 24 jam. Pengunjung juga banyak dari luar, biasanya akhir pekan itu selalu ramai,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tahun 2019 lalu warga Kabupaten Jombang digegerkan dengan penemuan situs era Majapahit berupa saluran air yakni Petirtaan Sumberbeji.

Petirtaan Sumberbeji telah mengalami proses ekskavasi tahap keempat oleh petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim).

Ekskavasi keempat tersebut berlangsung tanggal 19-28 Agustus 2021, dengan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Timur.

BPCB Jatim menyatakan bahwa kegiatan ekskavasi di Petirtaan Sumberbeji telah dinyatakan selesai, sehingga ke depannya akan dilakukan pemugaran bersamaan dengan pemanfaatan situs.

Reporter: Anggit Pujie Widodo
Editor: U Hadi