Laga Pembuka Delapan Besar Liga Santri Di Jombang Berakhir Ricuh | SATUKANAL.COM

Satukanal.com, Jombang – Memasuki laga perdana partai delapan besar Liga Santri Piala Kasad 2022 di Jombang yang mempertemukan dua kesebelasan yakni Pondok Pesantren Darul Ulum melawan Pondok Pesantren Tambakberas di Stadion Merdeka Jombang berakhir ricuh.

Akibat insiden yang terjadi, pertandingan kedua kesebelasan di babak kedua yang hanya menyisakan waktu 7 menit sebelum peluit panjang dengan terpaksa harus disudahi lebih awal. Insiden kericuhan yang melibatkan suporter ini ditenggarai karena kepemimpinan wasit yang dinilai berat sebelah.

Kejadian bermula saat duel terjadi antara penyerang kesebelasan Ponpes Darul Ulum beradu fisik dengan pemain bertahan Ponpes Tambakberas yang kemudian, pemain bertahan Ponpes Tambakberas melakukan pelanggaran.

Meskipun dianggap pelanggan, namun keputusan wasit memberikan hadiah pelanggaran kepada Ponpes Darul Ulum terbilang terlambat. Hal itulah yang memicu official di bench pemain Darul Ulum geram hingga kericuhan kecil terjadi.

Para pemain yang akhirnya terpancing emosi juga tak bisa menahan hingga keributan dan dorong-mendorong pemain pun terjadi. Hal tersebut diperparah dengan secara tiba-tiba suporter dari kesebelasan Ponpes Darul Ulum yang masuk ke lapangan.

Ratusan suporter yang berada di tepi stadion tersebut masuk hingga membuat kericuhan tak bisa dihindari. Anggota Kodim 0814 yang ditugaskan untuk menjaga keamanan pun tak kuasa menahan emosi ratusan para suporter yang rata-rata masih santri ini masuk ke lapangan.

Para suporter masuk ke lapangan dan menyerang para pemain, alhasil beberapa suporter terlibat kontak fisik dengan para pemain.

Kericuhan sempat bertahan selama kurang lebih setengah jam, hingga pada akhirnya kedua pimpinan dari Ponpes turun dan meredamkan suasana. Dalam kericuhan yang terjadi ini, satu orang mengalami luka di bagian kepada yakni suporter dari Darul Ulum. Beruntung tidak terlalu parah dan dilarikan ke rumah sakit.

Para petugas yang berjaga cukup menguras keringat guna meredamkan suasana. Ratusan santri yang keluar ke jalan depan stadion pun dipulangkan dengan menggunakan truk dengan bergiliran.

Basuki, Ketua Pertandingan saat dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui asal-usul kericuhan terjadi dan menyebabkan ratusan suporter yang berada di pinggir lapangan tanpa pengawalan ketat bisa masuk ke lapangan.

“Pemicunya saya kurang mengetahui secara pasti yah. Jadi para suporter yang berada di area timur masuk ke lapangan setelah ada sedikit keributan antar pemain, akhirnya kita memutuskan untuk menyetop pertandingan sebelum waktu penuh usai,” ucapnya pada Minggu (3/7/2022).

Untuk diketahui, pertandingan pembuka laga delapan besar Liga Santri Piala Kasad Tahun 2022 di Jombang ini mempertemukan dua kesebelasan dari dua pondok pesantren besar dengan sejarah kuat. Pertandingan sendiri sesaat sebelum diberhentikan paksa masih berjalan dan skor di papan menunjukkan 4-1 untuk keunggulan Ponpes Tambakberas.

 

 

 

Pewarta : Anggit Pujie Widodo 

Editor: Ubaidhillah