Kuno Kini Brug Over Den Brantas Te Kediri, Jembatan Konstruksi Besi Pertama Di Pulau Jawa | SATUKANAL.COM
Kuno Kini Jembatan Lama Brantas Kota Kediri: (kolase foto: KITLV dan Anis Firmansyah/satukanal.com)

Kuno Kini Jembatan Lama Brantas Kota Kediri: (kolase foto: KITLV dan Anis Firmansyah/satukanal.com)

Pada 18 Maret 2022, Brug Over den Brantas te Kediri atau Jembatan Lama sungai Brantas Kota Kediri berulang tahun ke-153.

Satukanal.com – Anis Firmansyah

Jembatan tua itu lengang. Tak ubahnya sosok renta yang menatap lalu lalang kendaraan bermotor di jembatan sebelah utaranya: Jembatan Brawijaya Kota Kediri yang baru tiga tahun menggantikan tugas Jembatan Lama: menghubungkan Kediri barat sungai dan timur sungai.

Jembatan dengan panjang 160 meter dan lebar 5,8 meter ini mengangkangi sungai Brantas. Konstruksinya masih asli. Besi yang digunakan nyaris tak pernah diganti. Hanya trotoar kayu yang berulangkali dirombak karena lapuk dan kerap kali terbakar, tersulut api rokok pengguna jalan.

Tak ada kendaraan bermotor melintas. Hanya sepeda, becak dan gerobak yang boleh melintas. Setelah selama pandemi Covid-19 jembatan ditutup, akses jalan akhirnya dibuka sejak Jumat (18/3/2022).

Secara fungsi, Brug Over den Brantas te Kediri yang dikenal Jembatan Lama ini memang sudah digantikan oleh Jembatan Brawijaya. Namun, sejarahnya tak akan tergantikan. “Ini adalah jembatan dengan konstruksi besi pertama di Pulau Jawa,” kata Imam Mubarok, budayawan Kota Kediri.

Bahkan, menurut pria yang akrab disapa Gus Barok ini, Brug Over den Brantas ini lebih tua dari jembatan suspensi tertua di Amerika Serikat, yakni Jembatan Brooklyn yang selesai dibangun tahun 1883. Sedangkan, ‘Brug Over den Brantas te Kediri’ diresmikan lebih awal pada 1869.

“Pembangunan kedua jembatan ini memiliki teknologi canggih di masanya. Jembatan Brooklyn adalah karya insinyur John Augustus Roebling dan ‘Brug Over Den Brantas te Kediri’ jembatan lama karya Sytze Westerbaan Muurling,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Barok ini.

Baca Juga :  Guru SDN Terduga Kasus Pencabulan di Kota Kediri Sudah Ditahan di Mapolresta

Jembatan Lama ini di bangun menjadi bagian dari proses De Groote Postweg era kolonial Belanda yang sebagian besar bermarkas di barat sungai Brantas wilayah Kediri.

Kebutuhan jembatan bermula ketika blok kompleks Belanda mengalami kesulitan akses penyeberangan  menuju wilayah Timur Sungai Brantas Kediri. Hingga akhirnya pembangunan dimulai bertahap pada tahun 1853.

“Untuk menyeberang ke bagian timur, saat itu masih menggunakan manual perahu. Beberapa kali sempat menggunakan jembatan kayu tapi gagal,” ungkapnya .

Pembangunan jembatan penghubung barat dan timur Kediri pada tahun 1853 dilakukan dari rentetan tahapan panjang. Diawali dari pembuatan jembatan berbahan dasar kayu. Ternyata, jembatan tak kuat menahan derasnya luapan arus sungai Brantas.

Dari sejumlah kegagalan pembangunan tersebut, akhirnya pihak Belanda memanggil arsitektur Sytze Westerbaan Muurling, sosok insinyur yang punya  julukan mentereng sebagai chief engineer pada masanya. Akhirnya, Muurling merancang pembangunan jembatan berkonstruksi baja besi.

Mengutip buku ‘Nieuw Nederlandsch Biografisch Woordenboek’ adalah jembatan konstruksi besi pertama di Jawa, jembatan pekerjaan jembatan besi dimulai pada 18 September 1865. Direncanakan selesai dalam waktu 2 tahun: 18 September 1867.

Namun, batas waktu dilewati, proyek mengalami keterlambatan akibat masalah teknis. Lalu, 11 Maret 1869  pembangunan jembatan selesai dan  lulus uji coba. Lantas, 18 Maret 1869, akhirnya jembatan dibuka untuk umum.

“Ini adalah jembatan karya  Sytze Westerbaan Muurling yang pertama kali cukup fenomenal, hingga saat ini masih berdiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Laga Perdana, Persik Kediri Kalah 2 - 0 dari Persita Tangerang 

Gus Barok melanjutkan, Jembatan Lama ini juga menjadi bagian saksi sejarah pasca kekalahan Belanda, atas peperangan di Pulau Jawa. Perannya dinilai penting, sebab Belanda perlu meluaskan wilayah ke Timur Sungai Brantas akibat kekalahan terbesar insiden perang tersebut.

Peran penting lainnya, lanjut Gus Barok, jembatan ini menjadi satu-satunya penghubung utama antar provinsi kala itu. Begitu strategisnya, sehingga Belanda menempatkan pengintai dari lokasi bunker yang berada di barat sungai Brantas Kediri untuk memantau lala lalang di jembatan tersebut.

“Ini adalah jembatan yang utama orang mau ke Surabaya waktu itu, harus lewat jembatan ini. Sebaliknya dari Madiun ke Surabaya lewat sini. Dan Ini merupakan jembatan provinsi waktu itu, dan di sebelah barat ada bunker untuk melihat siapa yang lewat, kalau itu memang musuh bisa ditembak sewaktu-waktu,” ujarnya.

Jembatan Lama menjadi banyak saksi peristiwa bersejarah. Di jembatan inilah, pernikahan Ratu Belanda  Putri Juliana dan dengan Bernhard berlangsung pada 7 Januari 1937. Saat itu jembatan dihiasi sedemikian rupa penuh dengan lampu.

Editor : Danu S

Rangkaian Liputan Jembatan Lama Kota Kediri:

Kuno Kini Brug Over den Brantas te Kediri, Jembatan Konstruksi Besi Pertama di Pulau Jawa

Sarat Sejarah, Pemkot Rancang Wisata Heritage Jembatan Lama Kota Kediri

Jembatan Lama Kota Kediri Dibuka untuk Umum Mulai Hari Ini

PPKD Kota Kediri Minta Instalasi Kabel dan Pipa di Jembatan Lama Dipindah, karena Mengancam Keberlangsungan Sejarah