Kota Malang Akan Miliki Wisata Heritage Baru, Wisata Bouwplan | SATUKANAL.COM

Satukanal.com, Kota Malang – Sebentar lagi, Kota Malang akan memiliki wisata baru bernama wisata Bouwplan. Dahulu ketika Kota Malang tengah berada di bawah pendudukan Pemerintahan Belanda, pembangunan yang terjadi masih belum merata sehingga pada tahun 1917-1929, Gemeente (Kotapraja) Malang mengeluarkan 8 rencana pembangunan tata kota atau Bouwplan.

Konsep inilah yang akan diterapkan pada Wisata Bouwplan yang tengah diwacanakan oleh Pemerintah Kota Malang saat ini.

“Wisata Bouwplan itu wisata yang menceritakan heritage, tentang pembangunan klaster-klaster di Kota Malang seperti apa,” ujar Plt Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, Jumat (5/8/2022).

Menurut Ida Ayu, wisatawan akan diajak untuk berjelajah dengan dipandu oleh pramuwisata yang menunjukkan wilayah mana saja yang termasuk dalam masing-masing blouwplan. Untuk itu, Ida pun mengaku akan menjalin kerjasama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Malang hingga pihak dari kampung tematik yang sudah diberikan pembekalan.

“Nanti kerjasama dengan HPI sehingga wisatawan yang datang bisa disampaikan bahwa kita ada wisata ini, dia bisa bercerita mana bouwplan 1, dst. Di kampung-kampung tematik juga sudah kita berikan up skilling untuk SDM yang ada sehingga bisa bercerita tentang kampung mereka,” jelas Ida.

Meskipun belum diketahui kapan program ini akan dilaksanakan, namun Ida menambahkan apabila proyek pembangunan zona 3 Kayutangan telah selesai dilaksanakan, kemungkinan besar program ini dapat segera terlaksana. Menurutnya yang terpenting ialah bagaimana kemapuan para pramuwisata dalam bercerita sehingga wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.

“Storry telling yang penting, setiap ada tempat yang bisa diceritakan dengan unik oleh pramuwisata, itu menjadi sesuatu yang menarik oleh wisatawan karna konsep wisatawan kan experience,” lanjutnya.

Sementara itu, dikutip dari tulisan Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT., Dr. Agung Witjaksono, ST., MT., dan Ir. Budi Fathony, MTA. dalam buku mereka yang bertajuk Karakter Kawasan dan Arsitektur Kota Malang Jawa Timur, mereka menjelaskan penataan tata ruang Kota Malang yang dicanangkan pada zaman Kolonial Belanda ialah sebagai berikut:
Bouwplan 1 Kawasan Celaket – Rampal
Bouwplan 2 Kawasan Alun-Alun Bunder
Bouwplan 3 Kawasan Pemakaman Sukun
Bouwplan 4 Kawasan Celaket – Lowokwaru
Bouwplan 5 Kawasan jalan Ijen Bouwlevard
Bouwplan 6 Kawasan Pecinan
Bouwplan 7 Kawasan Oro-oro Dowo
Bouwplan 8 Kawasan Kota Bedah.

 

 

 

Pewarta: Lutfia
Editor: Ubaidhillah