Sejarawan UM Sebut Klaim Malaysia Terhadap Reog Ponorogo Sebagai Persoalan Diaspora Wilayah
May 22, 2022
Klaim Malaysia terhadap Reog Ponorogo

Pertunjukan Reog Ponorogo yang sempat dilakukan di halaman Gedung Dewan Kesenian Malang. Masyarakat Indonesia menolak Klaim Malaysia terhadap Reog Ponorogo. (Foto: Instagram @dewankesenian.malang)

Satukanal.com, Kota Malang – Klaim Malaysia terhadap Reog Ponorogo merupakan imbas dari diaspora kebudayaan Jawa yang dibawa oleh para imigran termasuk Ponorogo ke Malaysia. Indonesia menjadi eksportir budaya sebab sekalipun negara lain melakukan klaim atas kebudayaan Reog Ponorogo, namun dari sisi sejarah yang panjang, asal reog tetaplah dari Indonesia.

Klaim Malaysia terhadap Reog Ponorogo menurut sejarawan Universitas Negeri Malang (UM) Dwi Cahyono, tak bisa menepis jika dari sisi sejarah, Reog Ponorogo berasal dari Indonesia. “Reog Ponorogo itu akar awalnya dari Kerajaan Wengker yang mana muncullah warok (unsur pertunjukan Reog Ponorogo), kemudian mendapat pengayaan di era Kerajaan Kadiri terutama dengan munculnya Dadak Merak, juga ada pengaruh dari Majapahit terutama hadirnya Klana Sewandana yang kemudian muncul sebutan bujang ganong,” jelas Dwi Cahyono, Sabtu (30/4/2022).

Menurut Dwi, klaim Malaysia terhadap Reog Ponorogo dikarenakan meluasnya tradisi lintas masa. Meskipun identik sebagai ikon Kabupaten Ponorogo, ternyata persebaran tradisi reog sangatlah luas hingga melampaui wilayah administratif Ponorogo. “Persebaran Reog sangatlah luas, tidak hanya di Ponorogo, walaupun sebutannya Reog Ponorogo tapi itu hadir sampai melintasi wilayah administratifnya sehingga ada di Tulungagung, Kediri, Lumajang, hingga Malaysia,” ujarnya.

Respon Masyarakat terkait Klaim Malaysia terhadap Reog Ponorogo

Klaim Malaysia terhadap Reog Ponorogo direspon oleh masyarakat. Pemuda Penggiat Seni Reog Ponorogo (PPSRP) Malang Raya pada sabtu (23/4/2022) lalu menggelar pertunjukan Reog Ponorogo di Dewan Kesenian Malang sebagai bentuk penolakan atas klaim Malaysia. “Reog Ponorogo walaupun jejak awal tumbuh dan berkembang di Indonesia terutama di Ponorogo, namun perkembangannya menjadi lintas area. Baik yang ada di daerah Mataraman ada Reog Dogdog, maupun lintas negara,” sambungnya.

Menurut dia, kegiatan yang pernah diselenggarakan oleh kelompok PPSRP merupakan langkah yang baik terutama dalam melestarikan budaya asal Indonesia tersebut. Malang sendiri juga memiliki kesenian Bantengan yang telah lahir sejak jaman Kerajaan Singasari dan kerap ditampilkan pada pertunjukan-pertunjukan oleh warga setempat.

Pewarta: Lutfia

Editor : Danu