Ketua DPRD Kota Malang Minta SILPA 2022 Ada Di Bawah Rp 200 Miliar | SATUKANAL.COM
DPRD Kota Malang

Caption: Rapat paripurna penyampaian jawaban Wali Kota Malang atas pendapat umum fraksi terhadap Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021 (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Besaran Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Kota Malang pada tahun 2021 masih tergolong tinggi, yakni mencapai Rp484 miliar.

Fraksi-fraksi di DPRD Kota Malang pun banyak yang menyoroti hal ini, dan menganggap Pemkot Malang kurang maksimal dalam menyerap anggaran untuk kepentingan masyarakat.

Untuk itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, meminta penyerapan SILPA tahun 2022 bisa berada di bawah Rp 200 miliar agar pembangunan bisa lebih optimal.

“Di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) anggaran SILPA harus habis, dan kita targetkan SILPA 2022 yang akan dilaporkan di tahun 2023 harus berada di bawah Rp200 miliar. Itu namanya kenaikan signifikan,” ujar Made usai Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Wali Kota atas Pendapat Umum Fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021, Selasa (28/6/2022).

Baca Juga :  Ini Jurus DLH Kota Malang Tangani Persoalan Sampah di Kawasan Pemukiman Warga

Menurut Made, Pemkot Malang selalu mengulangi permasalahan klasik. Tak hanya terkait tingginya SILPA, tapi juga problem lain seperti kemacetan, banjir, dan aset yang belum terurus.

Sementara jawaban yang disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dinilai Made terkesan normatif.

“Terkait jawaban Pak Wali (disampaikan oleh Wawali Sofyan Edi) tadi sifatnya normatif. Akan kami perdalam lagi, kami perintahkan komisi untuk datangkan tenaga ahli jelang hearing sebelum kami panggil OPD-OPD,” bebernya.

“Kalau SILPA masih di atas Rp200 miliar, saya rasa tidak ada niat baik dari Pemkot Malang untuk menyelesaikan permasalahan klasik ini,” sambung Made.

Baca Juga :  Pelatih Arema FC: Kunci Keberhasilan adalah Kerja Keras Pemain Juara Piala Presiden 2022

Wawali Kota Malang, Sofyan Edi menuturkan, pihaknya akan memperhatikan dan menindaklanjuti saran yang diberikan oleh fraksi-fraksi di DPRD Kota Malang.

“Upaya percepatan penyerapan APBD akan terus dilakukan dengan monitoring, evaluasi, dan pengendalian secara periodik,” papar Sofyan Edi.

Sofyan Edi menambahkan, rincian SILPA 2021 yang nominalnya mencapai Rp484 miliar tersebut terdiri dari Rp148 miliar atau 38 persen merupakan surplus pendapatan transfer yang direalisasikan setelah perubahan APBD ditetapkan.

Sedangkan untuk 62 persen sisanya merupakan SILPA dari dana BOS, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan selisih dari pagu anggaran dengan nilai kontrak pada pengadaan barang dan jasa.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi