Kenali Buta Warna Persial Hingga Gejala Yang Sering Dialami
Buta Warna Persial

Kebingungan saat membedakan warna. (Ilustrasi: Pixabay.com)

Satukanal.com – Buta warna persial saat ini tengah ramai diperbincangkan, setelah muncul kabar viral mengenai seorang calon siswa Bintara 2021 bernama Fahri Fadilah Nur Rizki (21) yang gagal menjadi polisi.

Alasan kegagalannya karena Fahri disebut-sebut mengalami buta warna persial.

Lantas apa yang dimaksud dengan buta warna persial tersebut?

Fahri sebenarnya masuk dalam peringkat 35 dari 1.200 peserta. Akan tetapi, ia tetap gagal menjadi siswa Korps Bhayangkara karena ia mengalami buta warna persial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan, Fahri mendaftar sebagai calon siswa di Polda Metro Jaya dengan nomor pendaftaran 031125-P0431 asal pengiriman Polres Jakarta Timur (Jaktim).

Pada 2019 hingga 2020, Fahri tidak lolos seleksi pada tahap pemeriksaan kesehatan.

Hal ini disebabkan karena Fahri didiagnosa buta warna parsial. Namun tahun 2021, Fahri sempat dinyatakan lulus tahap 1 pada tahun anggaran 2022.

Berdasarkan surat dari Mabes Polri, terdapat kegiatan supervisi terhadap peserta yang lulus tahap 1 yang sebelumnya mereka ikuti pendidikan.

Kemudian supervisi yang dipimpin oleh ketua tim menyebutkan bahwa Fahri tidak memenuhi syarat dengan adanya temuan buta warna parsial.

Lantas, saat ini banyak orang yang penasaran terkait apa itu buta warna parsial? Buta warna terbagi menjadi beberapa macam, salah satunya buta warna parsial.

Buta warna persial merupakan salah satu jenis buta warna yang paling umum dialami oleh sebagian orang.

Pengidap buta warna sebagian ini biasanya memiliki pandangan yang berbeda tentang warna, serta tidak dapat membedakan beberapa warna tertentu.

Lantas Bagaimana Ciri dan Karakternya?

  1. Berikut ciri dan karakter buta warna persial
  2. Ketika warna biru tampak kehijauan
  3. Sulit membedakan antara warna merah mudah dengan kuning dan merah.
  4. Ketika warna biru terlihat seperti hijau
  5. Ketika melihat warna kuning, seperti abu-abu atau ungu terang.

Bagaimana penyebab buta warna persial ini? Biasanya ketika salah satu anggota keluarga memiliki kelainan pada fotopigmen, yaitu pada saat mendeteksi dalam sel-sel pada retina.

Selain faktor keturunan, buta warna dapat disebabkan oleh paparan zat kimia berbahaya atau cedera fisik pada beberapa area tubuh, seperti mata, saraf penglihatan, bagian otak yang memproses informasi warna.

Tidak hanya, bahkan katarak dan usia dapat menjadi penyebab seseorang mengalami buta warna persial ini.

Dilansir dari Suara.com , buta warna merah-hijau adalah buta warna yang paling umum terjadi pada seseorang. Gejala dari buta warna ini merah-hijau ini meliputi:

  1. Untuk membedakan antara merah, oranye, kuning, cokelat, dan hijau
  2. Melihat -warna tersebut lebih kusam daripada yang terlihat oleh seseorang dengan penglihatan normal
  3. Untuk membedakan antara nuansa ungu
  4. Kebingungan saat membedakan warna merah dan hitam.

CC: Qurrotul Aini
Editor: U Hadi