Orang Tua Wajib Waspada! IDAI Sebut Kenaikan Suhu Rentan Terhadap Penyakit Pada Anak | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
kenaikan suhu

ilustrasi seorang anak yang sedang sakit (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional– Akhir-akhir ini, kenaikan suhu di sejumlah daerah mulai terjadi dan terasa. Hal ini lantaran Indonesia mulai memasuki musim kemarau.

Menurut Badan Mteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum terukur selama periode 1-7 Mei 2022 yakni berkisar antara 33-36,1 derajat celcius.

Sejauh ini, suhu tertinggi mencapai 36,1 derajat celcius terjadi di wilayah Tangerang-Bante dan Kalimarau-Kalimanta Utara.

Kondisi ini pun menjadikan tubuh menjadi mudah panas dan gerah sehingga keringat di tubuh pun mudah bercucuran kala pagi hingga siang hari.

Alhasil, kondisi tersebut juga memicu tubuh mengalami dehidrasi yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Terlebih pada anak-anak, tentu saja akan memicu berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga :  3 Pasar Tertua di Indonesia yang Jadi Pusat Belanja Sejak Ratusan Tahun

Ketua UKK Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. Dr. Anggraini Alam, Sp.A(K) mengatakan ada sejumlah penyakit yang rentan terjadi pada anak pada saat udara panas.

“Suhu udara tinggi artinya kering. Kalau kering itu biasanya kebersihan air yang kita paling concern. Demam biasanya sangat bisa terjadi dan nanti hubungannya dengan perut,” kata dokter Anggraini dalam webinar IDAI, Selasa (10/5/2022) dikutip dari suara.com.

Tidak hanya itu, dikatakannya bahwa di daerah yang kering juga beresiko muncul penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti demam berdarah atau pun malaria. Keduanya merupakan penyakit yang rentan terjadi di daerah rawa.

Baca Juga :  Rekomendasi Warna Rambut Ombre, Jadikan Penampilan Lebih Elegan

“Kalau DBD antara musim kemarau ke hujan atau hujan ke kering. Sekarang ini di Pulau Jawa hujan sebentar kemudian panas, itu dengue bisa terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, orangtua juga harus memperhatikan kecukupan minum anak-anak selama cuaca panas. Mengingat, kondisi tersebut bisa membuat dehidrasi lebih cepat terjadi.

“Terutama saat berlibur, mereka akan kehausan karena adanya kenaikan suhu. Dengan haus, minum sembarangan, lupa cuci tangan, bisa demam. Kalau sudah gitu lihat berapa lama demamnya, ada keluhan lain atau tidak karena kita khawatir penyakit infeksi seperti tipes itu juga bisa terjadi,” pungkasnya. (Adinda)