Disebut Lebih Buruk Dari Omicron, Kemenkes Waspadai Covid-19 Varian Baru XE Di Indonesia | SATUKANAL.COM
Covid-19 varian baru XE

Olustrasi pandemi Covid-19 (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional– Varian baru virus Covid-19 kembali ditemukan. Terbaru yakni Covid-19 Varian Baru XE. Kali ini varian tersebut diberi nama XE, yang merupakan mutasi dari BA.1 (omicron asli) dengan BA.2 (omicron siluman).

Mengenai gejalanya, memang belum dipaparkan secara signifikan. Namun seorang dokter penyakit dalam di Johns Hopkins Bayview Medical Center di Baltimore, Erica Johnson mengatakan gejala varian baru itu mirip dengan Omicron asli.

Adapun gejala utama BA.1 dan BA.2 ringan adalah batuk, demam, kelelahan, dan kemungkinan hilangnya rasa atau penciuman. Sejumlah pasien juga mencatat pilek, masalah pencernaan, sakit kepala dan ruam kulit.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSCA) menyebutnya varian ini sebagai “rekombinasi”. Setidaknya per 22 Maret, ada 637 kasus XE ditemukan di Inggris.

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap! Begini Kebohongan Ferdy Sambo Soal Kematian Brigadir J

“Tingkat pertumbuhan awal untuk XE tidak berbeda secara signifikan dari BA.2. Tetapi menggunakan data terbaru hingga 16 Maret 2022, sekarang memiliki tingkat penularan 9,8% di atas varian BA.2,” kata UKHSCA dikutip dari Independent, Selasa (5/4/2022).

Kepala Transisi Penasihat Medis UKHSA, Profesor Susan Hopkins, mengatakan belum bisa memastikan lebih jauh varian ini. Sebab bukti dari kemunculannya belum cukup banyak.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyatakan, Covid-19 varian baru XE belum ditemukan di Indonesia.

Namun, Nadia memastikan, Kemenkes terus mewaspadai keberadaan varian yang merupakan kombinasi dari subvarian Omicron BA.1 dan BA.2 tersebut.

Baca Juga :  Susunan Upacara 17 Agustus dari Awal Hingga Akhir, Lengkap dengan Daftar Petugasnya

“Kita waspada ya, karena kan baik BA.1, BA.2, dua-duanya sudah ada di Indonesia. Jadi varian XE itu bisa saja ada tapi sampai saat ini belum kita temukan,” kata Nadia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (7/4/2022) dikutip dari kompas.com. 

Lebih lanjut, Nadia menyebutkan, Kemenkes juga mewaspadai kemunculan varian Deltacron yang merupakan gabungan dari varian Delta dan Omicron, dua varian yang telah terdeteksi di Indonesia.

“Jadi memang potensi itu tetap harus kita waspadai, moga-moga dengan makin tingginya vaksinasi kita, tidak muncul dengan varian baru,” kata Nadia. (adinda)