Kasus 'Cikungunya' Lebih Cepat Menular, Dua Kali Lipat Di Kota Kediri | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Kasus 'Cikungunya' Lebih Cepat Menular, Dua Kali Lipat di Kota Kediri

Satukanal.com, KediriDinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, melakukan pemutusan penularan Kasus Cikungunya yang terus mengalami peningkatan di kota Kediri.

Hal tersebut dilakukan dengan mengerahkan petugas penyemprotan Fogging, setelah mendapat laporan sejumlah 3 warga terjangkit kasus Cikungunya, di Kelurahan Banjarmelati RT 03 RW 03, Kota Kediri.

“Jadi cikungunya ini tidak mematikan, tapi penularannya lebih cepat ketimbang DB. Pada kasus tahun 2020, DB sebanyak 160 kasus. Sedangkan kasus cikungunya sebanyak 300 lebih, jadi dua kali lipatnya,” Kata Penanggungjawab Penyakit Tular Vektor, Dinkes Kota Kediri, Rony Sabahtani, kepada Satukanal.com, Jumat (08/01/2021).

Baca Juga :  AJI Kediri Gelar Webinar Menangkal Misinformasi Perubahan Iklim dan Bencana Hidrometeorologi

Rony mengungkapkan, perecepatan penularan kasus cikungunya tersebut juga disebabkan oleh warga masyarakat yang melakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah dimasa pandemi Covid-19.

Sama seperti kasus DB, penyakit cikungunya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Disebut juga istilah nyamuk kebon, dengan penanganan sama yakni penyemprotan Fogging.

“Jadi fogging bukan sebagai pencegahan, tapi upaya memutus rantai penularan yang sudah ada. Bukan berarti menunggu ada kasus. Tapi dengan ada kasus, menjadi dasar tempat sumber penularannya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Banjarmelati kota Kediri, Nanang Jumari, mengungkapkan laporan kejadian kasus terjadi beruntun sejak tiga Minggu yang lalu. Kasus pasien terjangkit masih anak-anak, ketiganya berusia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga :  Persik Kediri Majukan TC Karena Hal Ini, Berangkat ke Jakarta Besok

Dirinya dan warga melaporkan kasus tersebut ke Puskesmas agar dilakukan tindakan lebih lanjut seperti Fogging. Seterusnya, pihaknya akan melakukan pencegahan lanjutan seperti melaksanakan 3M pada hari Minggu nanti.

Fogging digunakan untuk memutus mata rantai penularan, namun ini bukan pencegahan utama. 3M, Menguras, menutup, salah satunya barang-barang bekas ditimbun atau dipindahkan. Ditambah dengan kerja bakti oleh warga masyarakat,” tutupnya.

 

 

 

Pewarta : Anis Firmansah
Editor : Redaksi Satukanal