Kapan Puasa Asyura 2022? Simak Jadwal Dan Niat Puasanya! | SATUKANAL.COM
Puasa Asyura

Ilustrasi saat berbuka puasa (Foto: Freepik)

Satukanal.com, Nasional– Saat bulan Muharram umat muslim dianjurkan untuk mengerjakan puasa Asyura. Adapun, umat muslim di seluruh dunia telah memasuki Tahun Baru Islam 2022 atau 1 Muharram 1444 H pada Sabtu (30/7/2022).

Simak penjelasan tentang jadwal, niat, amalan dan keutamaan puasa Asyura.

Bulan Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan yang mulia di sisi Allah dalam kalender Hijriyah selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan juga Rajab.

Pada bulan-bulan tersebut manusia dilarang untuk menzalimi diri sendiri dan orang lain serta melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Bulan tersebut juga menjadi waktu yang tepat untuk menjalani Puasa Muharram.

Selain puasa Asyura, puasa Tasua juga menjadi puasa yang paling utama di bulan Muharram. Puasa sunnah di bulan Muhartam ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah)

Dikatakan olej Harakah Islamiyah, dalam riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy’ari, Rasulullah SAW menceritakan kebiasaan orang-orang Quraisy yang berpuasa saat Hari Asyura di masa jahiliyah. Rasulullah SAWkemudian menyuruh umat Islam untuk puasa Asyura.

“Hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan dijadikan oleh mereka sebagai hari raya, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Berpuasalah kamu sekalian pada hari itu’.”

Puasa Asyura ini hukumnya sunnah, jadi jika umat muslim mengerjakan maka akan mendapatkan pahala dan keutamaan. Namun jika tidak mengerjakan pun tidak akan berdosa. Hal ini sesuai hadits yang artinya:

Baca Juga :  Puasa Muharram 2022, Kapan Jadwalnya dan Bagaimana Niat Puasanya?

“Telah menceritakan kepadaku (Amru An Naqid), telah menceritakan kepada kami (Sufyan) dari (Az Zuhri) dari (Urwah) dari (Aisyah) radliallahu ‘anha, bahwa pada hari Asyura di masa Jahiliyah orang-orang Quraisy berpuasa. Maka ketika Islam datang, pada hari Asyura siapa pun boleh berpuasa dan juga boleh meninggalkannya.” (HR Muslim)

Jadwal Puasa Asyura

Berdasarkan kalender Islam, puasa Asyura dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Jika mengacu pada kalender nasional maka taahun ini, jadwal puasa Asyura jatuh pada 8 Agustus 2022.

Niat Puasa Asyura

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatil aasyuuraa lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Niat ini dianjurkan untuk dibaca pada malam hari sebelum melaksanakan puasa. Namun, puasa sunah yang kita kerjakan tidak akan batal jika niatnya dibaca setelah matahari terbit.

Kewajiban untuk membaca niat puasa ketika malam hari hanya berlaku untuk Puasa Ramadan saja. Selebihnya, apabila kita ingin berpuasa sunah termasuk puasa Asyura lalu membaca niatnya saat sudah tampak matahari, ibadah kita akan tetap sah.

Amalan Hari Asyura

Selain berpuasa sunnah, di hari Asyura umat muslim juga dianjurkan untuk mengerjakan beberapa amalan lainnya. Seperti sholat wajib, sholat sunnah dhuha, taubat, tahajud, bersedekah dan alaman-amalan lainnya.  Karena hari Asyura dipercaya menjadi salah satu hari yang mulia di bulan Muharram.

Baca Juga :  12 Amalan Bulan Muharram Sesuai Sunnah yang Bisa Dikerjakan, Ada Puasa dan Ziarah

Keutamaan menjalankan puasa Tasu’a dan Asyura

1. Untuk Menebus Dosa Setahun Silam

Sebagai manusia biasa yang tak luput dari dosa dan salah, maka hendaknya perlu memperhatikan sarana untuk mengikis habis dosa-dosa yang mungkin telah dilakukan.

Caranya adalah dengan menjalankan ibadah puasa pada 10 Muharram, puasa Asyura. Dengan menjalankan puasa Asyura, maka dapat menebus dosa yang telah kita lakukan setahun sebelumnya.

2. Keutamaannya di Bawah Puasa Ramadhan

Selain ungkapan Aisyah, terdapat pula hadis yang diungkapkan oleh Abu Hurairah, bahwa puasa pada bulan Muharram keutamaannya tepat di bawah puasa Ramadhan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa puasa pada bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa, sebab puasa Ramadhan adalah wajib sedangkan puasa Muharram adalah sunah.

3. Hari Puasa Umat Nabi Musa

Seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura.

Maka Nabi bertanya, “Ada apa ini?”, kemudian mereka menjawab, “Hari baik, saat Allah membebaskan Nabi Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, hingga membuat Musa berpuasa karenanya”.

Maka Nabi Muhammad SAW bersabda: “Saya lebih hormat terhadap Musa dari kamu.” Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang agar berpuasa.” (HR. Bukhari Muslim).

Puasa Asyura sangat berhubungan erat dengan Nabi sebelum beliau, yaitu Musa dan kaumnya. Maka dari itu, beliau memuliakan hari itu dengan berpuasa.

 

(Adinda)