Jokowi Menolak Permintaan Bantuan Senjata Untuk Ukraina
May 22, 2022
Jokowi menolak permintaan bantuan senjata untuk Ukraina

Dalam teleponnya ke Presiden Ukraina, Jokowi menolak permintaan bantuan senjata untuk Ukraina. (foto: FB Presiden Joko Widodo)

satukanal.com – Presiden Jokowi menolak permintaan bantuan senjata untuk Ukraina. Dalih Jokowi, konstitusi dan prinsip politik luar negeri Indonesia tak memperbolehkan pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain.
Ihwal Jokowi menolak permintaan bantuan senjata untuk Ukraina untuk Ukraina ini diungkap Presiden melalui media sosialnya. Mengutip halaman facebook Presiden Joko Widodo, Jokowi mengungkap telah berkomunikasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Rabu 27 April, pukul 15.00 WIB. Dari Presiden Zelenskyy, Jokowi memperoleh informasi perkembangan situasi di Ukraina. Selain itu, ada berbagai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia.
Dan, Jokowi menolak permintaan bantuan senjata untuk Ukraina. “Saya menegaskan bahwa konstitusi dan prinsip politik luar negeri Indonesia melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain. Namun saya menyampaikan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusiaan seraya berharap agar perang segera berakhir dan solusi damai melalui perundingan dapat dikedepankan,” papar Jokowi.
Memang, Jokowi menolak permintaan bantuan senjata untuk Ukraina, namun Presiden mengundang  Zelenskyy untuk hadir dalam KTT G20.

Ditelepon Jokowi, Putin Nyatakan Siap Hadir dalam KTT G20

Jokowi juga menyampaikan, bahwa dirinya melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin,  Kamis 28 April malam. Dalam percakapan telepon, Putin menyampaikan update situasi di Ukraina, termasuk proses negosiasi yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
Jokowi menekankan pentingnya perang segera diakhiri dengan damai. Jokowi menyampaikan jika Indonesia siap berkontribusi dalam upaya damai tersebut. “Presiden Putin juga menyatakan kesediaan untuk menghadiri undangan KTT G20,” ungkap Jokowi.
Sebagai pemegang mandat Presidensi G20 tahun 2022,  menurut Jokowi, Indonesia ingin menyatukan G20, jangan sampai ada perpecahan. Perdamaian dan stabilitas adalah kunci bagi pemulihan dan pembangunan ekonomi dunia. (Danu)
Baca Juga :  Kebijakan Pelonggaran Penggunaan Masker Dikritisi, Presiden Jokowi Dinilai Terlalu Terburu-buru