JHQ Minta Kasus Guru Agama Cabul Di Mojokerto Tak Digeneralisir | SATUKANAL.COM
Mojokerto

Caption: Ketua Umum Jam'iyyah Hamalatil Qur'an (JHQ) Mojokerto, Fatih Masrur. (Doc: Istimewa)

Satukanal.com, Mojokerto – Ketua Umum Jam’iyyah Hamalatil Qur’an (JHQ) Mojokerto, Fatih Masrur, meminta kasus pencabulan yang melibatkan guru agama di Mojokerto tidak dipukul rata atau tidak digeneralisir.

Sebelumnya, ustaz berinisial D asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan ke Polres Mojokerto lantaran diduga melakukan tindakan cabul kepada muridnya. Pelaporan dilakukan oleh orang tua korban.

Gus Fatih, sapaan akrab Fatih Masrur, sangat menyesalkan kasus tersebut.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya kasus pencabulan oleh oknum guru mengaji TPQ kepada muridnya ini. Kami sampaikan, bahwa ini adalah perbuatan oknum. Jangan digebyah uyah, jangan digeneralisir,” kata Gus Fatih, Senin (27/6/2022).

Gus Fatih menegaskan tidak semua guru agama berperilaku jelek. Ia berharap ulah oknum cabul tersebut tidak menimbulkan rasa takut bagi masyarakat untuk mengajikan anak-anaknya ke TPQ atau lembaga pendidikan agama lainnya.

Baca Juga :  Cerita Guru Olahraga Tegar, Gelandang Timnas U-16 Saat di SMP 2 Kota Mojokerto

“Ini yang kami khawatirkan, ada ketakutan dari masyarakat untuk mengajikan anaknya ke tempat pendidikan agama,” ujar Gus Fatih.

Sebagai seorang muslim, lanjut Gus Fatih, wajib untuk mempelajari Al-Qur’an. Di mana belajar membaca, memahami, menghayati, dan berusaha menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman serta petunjuk kehidupan adalah keharusan.

“Kita harus jernih dalam memandang persoalan ini. Jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga,” tuturnya.

“Para ustaz atau guru agama, guru-guru Al-Qur’an hampir semuanya insyaallah berakhlak terpuji. Kami berharap agar para guru Al-Qur’an betul-betul menghayati peran dan tugasnya sebagai pengajar kitab suci, menjaga akhlaq mulia, sehingga bisa menjadi teladan yang baik bagi murid dan masyarakat,” lanjut dia.

Baca Juga :  Parpol di Kabupaten Mojokerto Akan Diguyur Banpol Rp 3,1 M Tahun Ini, Tertinggi 7 Tahun Terakhir

Terkait kasus pencabulan yang menyeret ustaz D, Gus Fatih mengajak seluruh guru agama untuk introspeksi dan mengambil hikmah atas kejadian ini.

“Kepada para guru ngaji, saya mengajak untuk mengambil hikmah dari kejadian ini. Kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, agar kasus serupa tidak terjadi lagi,” pintanya.

Selain itu, lanjut Gus Fatih, ia berharap pihak Kemenag Kabupaten Mojokerto dapat meningkatkan pembinaan kepada para guru mengaji Al-Qur’an, terutama berkaitan dengan pembinaan akhlak, etika, atau adab.

“Kami yakin selama ini pihak Kemenag sudah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, hanya saja dengan kejadian ini barangkali perlu lebih dioptimalkan lagi, dievaluasi,” sebutnya.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi