SATUKANAL.COM
Bawang merah di pasar Peterongan (Anggit/satukanal)
BERITA Jatim Jombang Kanal Straight

Jelang Ramadhan, Sejumlah Kebutuhan Pokok di Jombang Naik Drastis

Satukanal.com, Jombang – Menjelang bulan Ramadhan, sejumlah komoditas bumbu dapur di Jombang mengalami kenaikan.

Selain mendekati bulan puasa, faktor cuaca juga disebut jadi faktor lain dibalik naiknya harga bahan dapur ini. Seperti contoh harga bawang merah dan bawang putih yang fluktuatif, naik turun setiap harinya.

Pandemi juga disebut-sebut menyebabkan turunnya harga bumbu dapur di pasar tradisional. Mukson, pedagang bawang di Pasar Peterongan, menyebut  harga bawang tidak menentu. Harga yang tidak menentu ini dikarenakan para petani bawang yang gagal panen akibat cuaca buruk. 

Disebutnya, cabai yang awalnya Rp24.000 per kilogramnya naik menjadi Rp62.000 per kilogram. Sementara, harga bawang merah yang sebelumnya Rp27.000 per kilogram, kini di harga Rp36.000 per kilogramnya.

“Bawang merah sampai sekarang masih tinggi. Kadang juga turun. Tidak tentu,” ucapnya pada Senin (7/3/2022). 

Untuk harga bawang putih, harga pasarannya masih berkisar Rp15.000 per kilogram, dimana harga sebelumnya malah mencapai Rp35.000 per kilonya. 

Senada yang disampaikan Mukson, pedagang bawang pasar citra niaga, Kecamatan Jombang Kota yang tak mau disebut namanya juga menyebut harga bawang memang naik turun.

“Bawang merah kecil harga jual Rp40.000 per kilo kecil. Sebelumnya kisaran Rp20.000 dan yang besar Rp45.000 per kilo untuk harga jual sebelumnya Rp30.000,” katanya. 

Kemudian untuk harga bawang putih, fluktuatif, dimana saat ini harga pasarnya mencapai Rp15.000 – Rp16.000 perkilo dari harga sebelumnya Rp30.000 – Rp35.000 per kilonya.

Sementara itu, untuk daging, juga mengalami kenaikan. Mulai dari daging ayam mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 dari harga semula Rp28.000 jadi Rp30.000 per kilogramnya.

Lalu daging sapi bervariatif menyesuaikan kualitas daging, dari harga Rp100.000 menjadi Rp105.000 hingga Rp110.000 per kilogramnya.

Tidak menentunya harga bahan dapur ini memang berdampak besar bagi pedagang. Itu disebabkan berkurangnya pelanggan. Sehingga, keuntungan yang didapatkan juga berkurang. 

“Ya kurang, tidak menghitung tapi memang berkurang pelanggannya,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta: Anggit Puji 
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait

Satukanal.com