Jelang Pemilu 2024, Kemenkumham: Ada Lima Parpol Baru Dan 11 Partai Ganti Nama | SATUKANAL.COM
Tahapan Pemilu 2024

Usulan penundaan Pemilu 2024. (Ilustrasi: Pusjabar.com)

Satukanal.com, Nasional– Menjelang Pemilu 2024, ada beberapa partai politik baru yang mendaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu juga ada beberapa partai lama juga mengganti nama.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Tata Negara Ditjen Administrasi Hukum Umum Kemenkumham Baroto. Menurutnya, terdapat dua partai baru yang telah terdaftar di Kemenkumham, yakni Partai Gelora Indonesia dan Partai Ummat.

“Saat ini terdapat dua partai yang baru. Jadi ini baru sama sekali dia lahir dari partai yang memang mendaftarkan murni dari awal yaitu Partai Gelora dan Partai Ummat,” ujar Baroto dalam sosialiasi rancangan Peraturan KPU Pendaftaran, Verifikasi dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilu, secara virtual, Kamis (7/4/2022) dikutip dari suara.com.

Baca Juga :  Cara Daftar Subsidi Tepat MyPertamina untuk Pembelian Pertalite dan Solar

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa dua partai itu,, tiga partai baru lainnya, kekinian masih berproses di Kemenkumham.

“Yang saat ini sedang berproses jelang Pemilu 2024 juga masih ada, setidak-tidaknya ada tiga partai nih yang memohon menjadi partai. Ini dari awal mendaftar, dari baru artinya memang benar-benar murni dari baru, bukan mengubah nama bukan mengakuisisi atau apapun,” ungkap Baroto.

Sementara itu, Baroto menyebut dari 75 partai politik yang tercatat di Kemenkumham, terdapat 11 partai politik yang namanya baru. Ia menuturkan 11 partai politik tersebut ada yang berubah nama atau berubah kepemilikan partai.

“Data kami, dari 75 partai tadi ada 11 partai yang namanya baru, nanti di belakang nama itu ada history tersendiri ada yang memang hanya berubah, nama ada yang memang kepemilikannya sebelumnya sudah berubah ya,” kata dia

Baca Juga :  Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 40 Dibuka Lagi, Cek www.prakerja.go.id Untuk Daftar!

Baroto mencontohkan yakni Partai Kemajuan yang berganti nama menjadi Partai Makmur, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi Partai Keadilan Persatuan. Lalu Partai Damai Kasih Bangsa berubah menjadi partai Pelita, dan lain sebagainya.

“Berubah namanya itu kadang-kadang ada yang memang namanya berubah saja, partainya tetap partai yang lama, tetapi ada juga yang berubah nama itu termasuk juga nanti background kepengurusannya. Ini yang menjadi persoalan kami,” katanya. (suara.com/adinda)