Jasa Penukaran Uang Pinggir Jalan Di Jombang Sepi Peminat
May 27, 2022
Jasa Penukaran Uang

Caption: Jasa penukaran uang pinggir jalan di Jombang yang muncul setiap jelang lebaran. (Doc: Anggit/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kabupaten Jombang – Bagaikan sebuah budaya tahunan, menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini jasa penukaran uang baru di pinggir jalan mulai merebak di Kabupaten Jombang.

Setiap sudut pusat Kota Jombang banyak ditemui jasa penukaran uang. Meskipun munculnya hanya setahun sekali, jasa penukaran uang seolah sudah menjadi keharusan yang akan sangat aneh bila menghilang.

Walau begitu, Sarep (47) salah satu warga yang membuka jasa penukaran uang pinggir jalan di Jombang mengaku pada tahun ini sepi peminat.

Sarep membuka lapaknya dari pagi hingga sore hari. Dengan sepeda motor matic, dan papan bertuliskan jasa penukaran uang, dirasa masih belum cukup menarik minat masyarakat.

“Kalau ngomong sepi tahun ini tidak ada bedanya dengan tahun lalu, sepi. Kalau tahun lalu kan karena masih ada pandemi, banyak aturan juga mungkin itu yang buat orang belum minat menukar uang,” ujar Sarep, Jumat (29/4/2022).

Baca Juga :  Guru di Jombang Mulai Libur Hari Ini

Sarep yang telah membuka jasa penukaran sejak tahun 2010 ini melanjutkan, selama tiga tahun belakangan ini jasa yang ia tawarkan memang cenderung sepi.

Efek pandemi Covid-19 yang menurutnya menjadi alasan utama dari menurunnya peminat jasa penukaran uang di pinggir jalan.

Pria asal Mojokerto ini mengaku mengalami penurunan omset yang drastis. Biasanya, dalam momen tahunan ini dalam sehari ada 10-20 orang yang datang ke lapaknya.

Namun kali ini paling banyak pengunjung yang datang untuk menukarkan uang hanya 5-7 orang.

“Kalau dibilang peminat si masih ada. Tapi kalau untuk hitungan omset dan orang yang datang, itu jauh sekali dari sebelum adanya Covid-19,” bebernya.

Baca Juga :  9 Calon Jemaah Haji Jombang Batal Berangkat Tahun Ini

Uang pecahan yang disediakan Sarep juga beragam, mulai dari pecahan Rp1.000 hingga Rp10.000.

Sebagai pengganti jasa penukaran uang, dikenakan biaya Rp7.500 setiap kelipatan Rp100.000.

“Nah kalau pecahan Rp1.000 sampai Rp10.000 jasanya Rp7.500, kalau Rp20.000 sampai Rp75.000 jasanya sebesar Rp10.000,” ungkapnya.

Sementara dari pantauan Satukanal.com, ada belasan para penukar jasa uang ini berada di lokasi sepanjang jalan Ahmad Yani Jombang.

Setiap beberapa meter di sepanjang jalan terdapat para penukar jasa uang.

Dengan menggunakan motor dan duduk di sebuah kursi plastik, para penukar jasa ini tetap menunggu konsumen.

Pewarta: Anggit Pujie Widodo
Editor: U Hadi