Orang Tua Wajib Tahu! Ini Ciri-ciri Hepatitis Anak Yang Perlu Diwaspadai | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
kenaikan suhu

ilustrasi seorang anak yang sedang sakit (Foto: Pixabay.com)

Satukanal.com, Nasional– Ciri-ciri hepatitis anak perlu diketahui oleh para orang tua agar bisa lebih waspada ketika anak mulai mengalami sakit.

Terlebih, belakangan ini penyakit hepatitis anak menjadi sorotan publik lantaran jumlahnya yang terus meningkat.

Ciri-ciri hepatitis anak terbilang sama dengan penyakit hepatitis pada umumnya. Bahkan, penyakit ini termasuk dalam kejadian luar biasa yang saat ini patut untuk diwaspadai.

Menurut data dari Orgaisasi kesehatan Dunia (WHO), terdapat sekitar lebih dari 200 anak terinfeksi hepatis akut dengan ciri-ciri hepatitis anak yang dialami.

Penyakit ini pun disebutkan telah menyebar di sejumlah negara, salah satunya di Indonesia. Untuk itu, saat ini pihak kementerian Indonesia pun tengah meakukan investigasi lebih lanjut kasus ini dan mengimbau untuk mewaspadai ciri-ciri hepatitis anak.

“Selama masa investigasi, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang. Lakukan tingdakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, dan menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” jelas dr Siti Nadia Tarmizi dalam laman resmi Kemenkes RI, Minggu (1/5/2022).

Adapun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, tiga anak meninggal di Jakarta meninggal diduga akibat hepatitis akut misterius.

Baca Juga :  5 Tips Nikmati Hidangan Lebaran Agar Terhindar dari Kolestrol dan Hipertensi

Pihak Kemenkes pun, saat ini masih melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab dari Hepatitis akut misterius.

Diketahui, gejala yang ditengarai merupakan tanda awal hepatitis akut, bisa berupa mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran. Lantas, seperti apa ciri-ciri hepatitis akut pada anak? Simak informasi berikut.

Ciri-ciri Hepatitis Anak

Apabila anak Anda mengalami sejumlah gejala yang disebutkan di bawah ini, maka ada kemungkinan besar bahwa ia mengidap mengidap penyakit hepatitis akut. Apa saja gejalanya? Berikut ulasannya:

  • Gejala kuning
  • Sakit perut
  • Muntah-muntah
  • Diare mendadak
  • Buang air kecil berwarna teh tua
  • Buang air besar berwarna pucat
  • Kejang
  • Penurunan kesadaran

Jika gejala-gejala tersebut mulai terlihat dan dialami, iimbau agar segera memeriksakan kondisi anak ke fasilitas layanan kesehatan.

Faktor Risiko dari Hepatitis Misterius

Tak hanya gejala yang menandakan seorang anak mengalami hepatitis akut tersebut. Ada pula faktor risiko dari hepatitis ini yang perlu diketahui.

Pasalnya, apabila melihat kasus hepatitis akut yang terjadi di sejumlah negara kebanyakan dialami oleh anak dengan usia di bawah 6 tahun. Berikut faktor risiko hepatitis akut ini, diantaranya adalah:

  • Imunitas tubuh yang lemah
  • Mengalami gizi buruk
  • Menjalani pengobatan penyakit tertentu yang menekan sistem imun
  • Mengidap HIV
  • Usia anak
Baca Juga :  Resep Daging Bumbu Rendang, Bisa Jadi Pilihan Selain Opor Ayam Untuk Menu Lebaran 2022

Cara Penularan

Orang tua diminta untuk mewaspadai cara penularan hepatitis anak misterius ini. Terdapat kemungkinan anak tertular saat bermain dengan teman, sehingga penyakit menular dapat mudah menyebar saat seseorang melakukan kontak dekat.

Selain itu, banyak anak cenderung memasukan suatu benda ke dalam mulut maupun wajah. Itu mengapa penyebaran infeksi lebih sering terjadi di rentang usia anak.

Hal ini terutama berlaku di antara bayi dan balita yang cenderung menggunakan tangan mereka untuk menyeka hidung atau menggosok mata mereka dan kemudian memegang mainan atau menyentuh anak lain.

Menurut dr Siti Nadia Tarmizi, imunisasi adalah cara paling efektif untuk melindungi anak-anak dari berbagai infeksi tertentu. Akan tetapi, apabila anak terlanjur sakit, diimbau agar pasien tetap berada di rumah atau rumah sakit demi menghindari penularan semakin meluas.

Para orang tua juga sebaiknya tak membawa anak di kerumunan, terlebih tempat dengan sirkulasi buruk. (adinda)