Inflasi Di Kota Malang Capai 0,61 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Terbesar | SATUKANAL.COM
Malang

Caption: Pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang menjajakan dagangannya (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Inflasi di Kota Malang pada bulan Juni 2022 masih terbilang tinggi, yakni di angka 0,61 persen.

Kondisi ini menyebabkan angka inflasi di Kota Malang lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa Timur yang mengalami inflasi sebesar 0,52 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menduduki peringkat pertama yang mempengaruhi tingginya inflasi di Kota Malang, dengan komoditas penyumbangnya ialah cabai rawit, bawang merah, cabai merah, tomat, dan telur ayam.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,86 persen. Dari 10 komoditas utama penyebab penyumbang inflasi bulan Juni tahun 2022 di Kota Malang, yang menempati urutan pertama tetap cabai rawit mengalami kenaikan harga sebesar 160,49 persen dengan andil inflasi sebesar 0,29 persen,” jelas Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini, Senin (4/7/2022).

Baca Juga :  Pemkot Malang Siapkan Rancangan KUA-PPAS APBD 2023, Fraksi-fraksi DPRD Soroti Masalah Perkotaan dan Kemiskinan

Komoditas kedua yang berpengaruh besar terhadap inflasi bulan Juni 2022 di Kota Malang ialah angkutan udara, dengan kenaikan harga sebesar 5,16 persen yang memberikan andil inflasi sebanyak 0,08 persen.

Kemudian disusul dengan kenaikan harga sebesar 30,1 persen dari komoditas bawang merah, yang memberikan andil bagi inflasi di Kota Malang sebesar 0,07 persen.

Jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa Timur, maka Kota Malang masih menduduki urutan ke-5 bersama Banyuwangi, dengan inflasi tertinggi dipegang oleh Kota Kediri.

“Inflasi antar kota di Jawa Timur, dari delapan kota yang semua mengalami inflasi, tertinggi ada di Kota Kediri sebesar 0,78 persen,” beber Erny.

Baca Juga :  Obati Kerinduan terhadap Makanan Jadul, The Shalimar Boutique Hotel Gelar ‘Tong Tong Night Market’

Erny melanjutkan, setelah Kota Kediri, Kota Probolinggo menempati urutan kedua dengan tingkat inflasi sebanyak 0,74 persen, barulah disusul oleh Kabupaten Jember sebesar 0,71 persen.

Sementara itu juga terdapat beberapa komoditas yang menyumbang deflasi di Kota Malang. Tongkol yang diawetkan menjadi faktor utama penyumbang nilai deflasi di Kota Malang, yang mengalami penurunan harga sebesar 19,01 persen.

Dengan demikian, tongkol yang diawetkan memberikan andil inflasi sebesar -0,04 persen bagi Kota Malang.

“Beras berada di urutan kedua penyumbang deflasi pada bulan Juni 2022, karena musim panen jadi mengalami penurunan harga sebesar 0,53 persen dengan andil inflasi sebesar -0,02 persen,” pungkas Erny.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi