Indikasi Kecurangan SKD CPNS 2021, Peserta Bakal Didiskualifikasi | SATUKANAL.COM
May 27, 2022

Tes SKD CPNS 9 (Foto: BKN)

Satukanal.com, Nasional – Publik tengah dihebohkan perihal adanya indikasi kecurangan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 yang berlokasi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Kecurangan yang terjadi diantaranya mulai dari pengaturan tempat duduk peserta yang lolos dengan nilai SKD tertinggi hingga CCTV di lokasi tes yang diduga dihapus.

Menindaklanjuti adanya temuan tersebut, Badan Kepegawaian Negara (BKN) lantas berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta didukung penuh oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) pengadaan CASN Tahun 2021 untuk melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan tersebut didapatkan beberapa bukti yang mendukung indikasi kecurangan, diantaranya:

  1. Pengaduan masyarakat atas dugaan kecurangan
  2. Hasil audit trail aplikasi CAT BKN terhadap aktivitas peserta seleksi selama pelaksanaan seleksi
  3. Laporan kegiatan forensik digital pada perangkat yang digunakan
  4. Laporan penyelidikan internal oleh Instansi Pemerintah Kabupaten Buol
  5. Hasil pemeriksaan terhadap petugas pelaksanaan seleksi baik dari BKN maupun Instansi Pemerintah Kabupaten Buol
  6. Rekaman Kamera Pengawas (CCTV).
Baca Juga :  Ranking BWF Komang Ayu Cahya Dewi yang Tampil Apik di Piala Uber

Sehingga, BKN bersama BSSN menemukan adanya indikasi kecurangan pada pelaksanaan SKD CASN 2021 di Tilok Mandiri Instansi Pemerintah Kabupaten Buol yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak sistem seleksi CASN Nasional dengan modus remote access.

Modus ini memungkinkan seseorang yang berada di lokasi berbeda mengakses komputer yang digunakan peserta saat tes berlangsung. Orang tersebut kemudian membantu peserta untuk menyelesaikan soal-soal ujian.

Mengetahui hal tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa, para peserta yang didapati berbuat curang maka akan didiskualifikasi.

“Kecurangan ini harus diusut dan segera diselesaikan sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jika terbukti, pelakunya juga harus mendapat hukuman setimpal,” tulis Tjahjo melalui keterangan tertulisnya, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga :  Wajib Diketahui! Ini Aturan UTBK SBMPTN 2022 dari LTMPT dan Tiap Kampus

Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat 225 peserta terlibat melakukan kecurangan SKD CPNS di 9 titik lokasi (tilok) seleksi, diantarannya:

  1. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Buol (Aula BKPSDM Buol)
  2. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Enrekang (Aula Kantor Bupati Enrekang)
  3. Tilok Mandiri Cost-Sharing Mandiri Kab. Mamuju, Kab. Pasang Kayu, Prov Sulawesi Barat (Gedung PKK Provinsi Sulawesi Barat)
  4. Tilok Mandiri BKN Lampung (Aula Makorem 043 Garuda Hitam)
  5. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Mamasa (Aula SMKN 1 Mamasa)
  6. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang / Sidrap (Ruang Pola Kantor Bupati Sidenreng Rappang)
  7. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Luwu (Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu)
  8. Tilok Mandiri Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Gedung Baruga Buton Selatan)
  9. Tilok Mandiri Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) Makassar)

 

 

Pewarta : Viska
Editor : Adinda