Holywings Di Surabaya Tutup Sampai Batas Waktu Yang Belum Ditentukan, Begini Alasannya | SATUKANAL.COM
Holywings di Surabaya

Holywings Gold Surabaya di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya (Foto: Google Maps)

Satukanal.com, Nasional– Tiga gerai Holywings di Surabaya tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ketiganya yaitu Holywings di Jalan Boulevard Famili Utara, Holywings Gold Surabaya di Jalan Basuki Rahmat, dan Holywings Kertajaya di Jalan Raya Kertajaya Indah, Surabaya.

Gerai  Holywings di Surabaya telah ditutup semua operasionalnya dan disegel kantornya oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya. Penutupan dan penyegelan itu buntut dari kegaduhan yang ditimbulkan yakni menyebarkan promo berbau SARA. Hal itu menuai reaksi di sejumlah kota di Indonesia.

Seperti dijelaskan Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto. Ia menegaskan, Holywing melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2014 yang diperbarui Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.

“Pada Pasal 22 Ayat 1 huruf b, di situ disebutkan, bahwa pelanggarannya adalah membuat sesuatu yang menimbulkan gangguan ketentraman,” kata Eddy, Selasa (28/6/2022) dikutip dari suara.com.

Dengan demikian, atas dasar tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Satpol PP bisa melakukan penghentian kegiatan.

Selain itu, Eddy mengaku pihaknya juga tengah melakukan pengecekan izin usaha berdasarkan Perda No 1 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Usaha di Bidang Perdagangan dan Perindustrian serta Perda No 23 tahun 2013 tentang Kepariwisataan.

Baca Juga :  Lomba 17 Agustus, Balap Karung Pakai Helm Bikin Ngakak Warganet. Ajang Bela Diri!

“Jadi, nanti setelah dilakukan pengecekan perizinan, ketika terjadi pelanggaran terhadap perizinan, maka pemerintah kota bisa melakukan pencabutan izin beroperasionalnya Holywings,” ujar Edy.

Eddy menerangkan bahwa langkah yang dilakukan Pemkot melalui Satpol PP Surabaya saat ini adalah melakukan penghentian kegiatan di Holywings sekaligus penyegelan.

“Sambil nanti kita lakukan pengecekan semua perizinan yang dimiliki Holywings,” sebutnya.

Saat ini, kata Eddy, bahwa Satpol PP bersama Perangkat Daerah (PD) terkait di lingkup Pemkot Surabaya tengah membahas terkait perizinan Holywings. Pihaknya juga melakukan pengecekan langsung ke tiga outlet lokasi Holywings yang ada di Surabaya.

“Di Kertajaya, Basuki Rahmat dan Pakuwon. Harapan kita dari apa yang kita lakukan ini pihak pengelola kooperatif sehingga proses ini bisa berjalan dengan lancar,” harap dia.

Mantan Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya ini menjelaskan bahwa penyegelan dan penghentian sementara outlet Holywings di Surabaya sampai batas waktu yang ditentukan.

Namun, apabila dari proses penelitian perizinan ditemukan pelanggaran, ia memastikan izin usahanya bisa dicabut.

“Jadi kan yang timbul adalah sesuatu yang menciptakan gangguan terhadap ketentraman warga,” ujarnya.

“Itu di Perda diamanatkan, bahwa pemkot melalui Satpol PP melakukan tindakan penghentian kegiatan, sekaligus pelaksanaan penyegelan sampai dengan kondisi apa yang dia (Holywings) lakukan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Eddy.

Baca Juga :  Kenali Ciri-ciri Uang Baru 2022, Salah Satunya Punya Kode Tunanetra

Menurut Eddy, ada dua izin yang dikeluarkan untuk operasional Holywings. Pertama adalah izin restoran dan SIUP MB yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. Sedangkan yang kedua berupa izin bar dan diskotik yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Jadi untuk risiko sedang ini ada izin yang dikeluarkan oleh pemprov. Makanya kita cek. Kalau kita meneliti izin yang dikeluarkan Pemkot Surabaya. Jadi izin yang dikeluarkan pemprov nanti kita lakukan pengecekan apakah mereka memiliki atau tidak,” tegas dia.

Dalam proses pengecekan perizinan Holywings di Surabaya, Eddy mengaku juga berkoordinasi dengan Kasatpol PP Provinsi Jatim. Termasuk pula melakukan komunikasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jatim.

“Karena izinnya ada di Dinas Pariwisata Provinsi Jatim,” ujarnya.

Ketika ditanya soal nasib pekerja Holywings di Surabaya, Eddy berharap kepada pihak pengelola agar dapat memfasilitasi mereka. Pasalnya, penyegelan dan penutupan ini didasari karena adanya pelanggaran Perda.

Meski demikian, Eddy kembali menegaskan, pihaknya tak segan untuk mencabut izin operasional semua outlet Holywings di Surabaya. Tindakan tegas itu dilakukan jika pelanggaran Perda yang dilakukan Holywings dilakukan sampai dua kali.

 

(suara.com/Adinda)