Harga Telur Meroket, Ternyata Ini Penyebabnya | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
harga telur

Penjual Telur di Blitar (Foto: Bachtiar/ Satukanal.com)

Satukanal.com, Nasional – Selain minyak, harga telur ayam ras di pasaran mengalami kenaikan yang cukup ekstrem. Di beberapa pasar, harganya bahkan menembus angka Rp 40.000 per kilogram.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menegaskan kenaikan harga telur bukan karena spekulan pasar. Melainkan, disebabkan tingginya permintaan masyarakat.

“Telur ayam posisinya saat ini tidak ada spekulan, murni karena mekanisme pasar dimana suplai tidak penuhi demand (permintaan). Demand tinggi akibat pemerintah lakukan longgaran PPKM,” ungkap Oke dilansir laman cnnindonesia.

Selain itu, pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah juga mengakibatkan permintaan telur tinggi dan harganya menjadi naik. Salah satu permintaan datang dari industri pariwisata, antara lain perhotelan, restoran, dan katering.

Baca Juga :  Indonesia Salip Malaysia pada Klasemen SEA Games 2021

Adanya momen Natal dan Tahun Baru saat ini menurutnya menjadi momen yang pas untuk kenaikan harga. “Ini momentum yang pas bagi peternak setelah sejak Juli harga jatuh,” katanya lagi.

Dilansir dari situs Kemendag, sejumlah komoditas secara nasional mengalami kenaikan yang cukup signifikan jelang Natal dan Tahun Baru, salah satunya yakni cabai rawit.

Cabai rawit pada 3 Desember 2021 masih tercatat Rp 58.300 per kilogramnya. Namun pada 24 Desember tercatat menjadi Rp 94.800 per kilogramnya.

Selain itu, harga cabai merah besar juga ikut naik, dari Rp 42.300 menjadi Rp 49.400. Hal yang sama juga terjadi pada cabai merah keriting, dari Rp 42.000 menjadi Rp 51.300. Sedangkan bawang merah dari Rp 25.500 menjadi Rp 28.300.

Baca Juga :  Sea Games 2021: Vietnam Ditahan Tim Kuda Hitam, Indonesia Harus Waspada, Timor Leste Kembali Merana

Tak hanya itu, harga minyak goreng pun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per 28 Desember, rata-rata harga minyak goreng secara nasional mencapai Rp 19.650 per kilogram, naik dibandingkan posisi akhir bulan lalu Rp 18.750.

Harga minyak goreng curah naik dari Rp 17.700 menjadi Rp 18.200 per kg. Sementara harga minyak goreng kemasan naik dari Rp 18.850-19.250 menjadi Rp 19.750-Rp 20.350 per kg.

 

 

Editor : Naviska