H-1 Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban Di Kabupaten Kediri Mengaku Sangat Sepi Pembeli   | SATUKANAL.COM

Satukanal.com, Kediri – Menjelang Hari Raya Idul Adha di tahun 2022 ini pedagang hewan kurban di Kabupaten Kediri mengaku pendapatannya melorot 50 persen dari tahun sebelumnya.

Bambang, salah satu pedagang hewan kurban, warga Gogorante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, mengatakan merosotnya penjualan tersebut disebabkan oleh adanya penyebaran kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Selain itu tingginya kebutuhan ekonomi masyarakat juga dinilai menjadi faktor utama.

“Ya adanya penyakit PMK, dan biaya tinggi nya kebutuhan masyarakat. Lagi musim pembiayaan sekolah anak-anak,” kata Bambang, kepada satukanal.com, Jumat (8/6/2022).

Baca Juga :  Launching Tim dan Jersey, Para Pemain Persik Berharap Kejayaan Seperti di Tahun 2000

Dia juga menjelaskan apabila dibandingkan permintaan tahun lalu, pihaknya mampu menjual sekitar 65 ekor kambing.

Pada tahun ini, sudah disediakan 100 ekor kambing, namun penjualan menurun hanya sejumlah 30 ekor. “Hampir separuh target penjualan menurun drastis dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Disebutkan Bambang, dampak PMK ini sangat berpengaruh bagi calon pembeli hewan ternak, yang notabene bakal dijadikan hewan qurban. Termasuk menjadi penyebab turunnya permintaan pembelian.

Namun pihaknya juga melakukan strategi unik bagi para pembeli, dengan garansi atau penukaran ulang apabila ada gejala tidak sehat hewan ternak.

Baca Juga :  Persik Kediri Dibungkam Madura United dengan Skor Tipis 1-0

“Memberikan garansi penggantian kambing apabila ada cedera. Kalau ada yang gak sehat, saya ganti,” ujarnya.

Dia berharap penularan kasus PMK cepat segera dihentikan, khususnya di wilayah Kabupaten Kediri. Sementara itu, untuk jadwal perayaan hari raya idul adha tahun ini, diperkirakan bakal jatuh pada Minggu (10/7), mendatang.

“Saya berharap tidak menular ke kambing. Sapi sudah kena, kalau kambing jangan lah,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: Anis Firmansyah 
Editor: Ubaidhillah