Guru Pesantren Di Bandung Perkosa Belasan Santriwati, Rata-rata Korban Berusia 13-16 Tahun | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
guru pesantren

Ilustrasi pemerkosaan terhadap anak

Satukanal.com, Nasional – Guru pesantren di Kota Bandung berinisial HW (36) melakukan tindakan bejat memperkosa 14 santrinya. Bahkan, empat santri di antaranya hamil hingga melahirkan. Perbuatan bejat itu dilakukan HW di pesantren hingga hotel di Bandung.

Diketahui, kasus ini terjadi sejak 2016 hingga 2021. HW sendiri merupakan seorang pemilik sekaligus pembina Pondok Tahfidz Al-Ikhlas Yayasan Manarul Huda Antapani dan Madani Boarding School Cibiru.

Kasus pencabulan dengan terdakwa dilimpahkan kepada Pengadilan Negeri Bandung pada tanggal 3 November 2021 dengan Surat Nomor : B-5069/M.2.10.3/Eku.2/11/2021.

Pengadilan Negeri Kelas 1 A Khusus Bandung mengadakan sidang tertutup di ruang sidang anak. Selasa, 7 Desember 2021. Kasus pemerkosaan 14 santri oleh pimpinan pesantren. Majelis hakim yang diketuai oleh Yohanes Purnomo Suryo Adi, memeriksa para saksi secara detail.

Baca Juga :  Jangan Ketinggalan! Ini Jadwal Thomas Cup Indonesia Hari ini Senin 9 Mei 2022

“Terdakwa merupakan pendidik atau guru pesantren, total korban mencapai 14 orang,” ungkap Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung, Agus Mudjoko.

Sementara itu, Terdakwa didakwa dengan dakwaan primair, melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Adapun Dakwaan Subsidair, yakni terdakwa didakwa melanggar Pasal 81 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dikabarkan, saat ini para korban tengah mengalami trauma berat. Atas pemerkosaan yang dilakukan HW. “(Berdasarkan fakta persidangan), salah seorang korban telah dua kali melahirkan akibat perbuatan terdakwa,” bebernya.

Baca Juga :  Duet Kevin/Bagas, Sukses Bawa Kebas Melaju ke Perempat Final Thomas Cup 2022

Mengetahui kasus tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menyikapi dengan tegas. Dirinya berharap pengadilan bisa menghukum pelaku dengan seberat-beratnya.

Tidak hanya itu, Ridwan Kamil juga berharap pelaku dapat dijerat dengan pasal yang sebanyak-banyaknya.

“Pelaku sudah ditangkap polisi dan sedang diadili di pengadilan. Tempat bersekolahnya sudang langsung di tutup. Semoga pengadilan bisa menghukum seberat-beratnya dengan pasal sebanyak-banyaknya kepada pelaku yang biadab dan tidak bermoral ini,” tulis Ridwan Kamil, dikutip dari akun Instagram @ridwankamil.

Selain itu, Ridwan Kamil juga sudah memastikan santriwati yang menjadi korban saat ini berada dalam perlindungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat.

 

Editor : Naviska