Gunung Merapi Alami Peningkatan Status, Warga Sekitar Diminta Waspada! | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
status merapi

lustrasi Lava Pijar Gunung Merapi (Foto: Tangkapan layar)

Satukanal.com, Nasional – Selain Gunung Semeru di Jawa Timur, di beberapa wilayah Indonesia juga terdapat gunung aktif yang sewaktu-waktu bisa mengalami erupsi, diantaranya Gunung Merapi.

Selasa, 7 Desember 2021, Gunung Merapi masih memegang status siaga. Meskipun tertutup kabut, kawah utama Gunung Merapi tampak memunculkan asap putih tebal setinggi 50 meter pada hari ini.

Sementara itu, cuaca di sekitar gunung tampak berawan dengan angin lemah ke arah utara. Beberapa foto yang beredar di media sosial bahkan menunjukkan adanya lelehan lava dari kawah utama yang menuju ke lereng.

Mengetahui hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta warga sekitar Gunung Merapi untuk tetap waspada bencana. Aktivitas tambang pasir juga diminta dihentikan dahulu karena berisiko.

Baca Juga :  3 Tips Mudik Lewat Pelabuhan Merak Menurut Kemenhub, Apa Saja?

“Saya minta Anda semua minggir dulu. Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk kita tertibkan. Mulai hari ini saya peringatkan, di tengah kondisi curah hujan makin tinggi, maka yang di sekitar Merapi khususnya aliran-aliran sungai tolong berhenti menambang,” terang Ganjar usai melepas relawan untuk membantu korban erupsi Semeru.

Ganjar juga membacakan laporan yang diterimanya soal Gunung Merapi. Ia menyebut pertumbuhan kubah lava di Gunung Merapi masih terjadi. Guguran awan panas juga masih berlangsung karena sampai saat ini, akumulasi tekanan magma dan suplai magma dari dalam masih berlangsung.

Baca Juga :  UTBK 2022 Dimulai Hari Ini, Cek Alur Pelaksanaan serta Dokumen yang Wajib Dibawa

Soal potensi bahaya guguran lava dan awan panas, lanjut Ganjar, ada di sektor selatan dan barat daya. Pihaknya sudah melakukan identifikasi, daerah yang rawan adalah daerah di sekitar Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih, Gendol dan Woro.

“Kita perhitungkan guguran bisa mencapai 3 sampai 5 km,” ucapnya.

Oleh sebab itu di wilayah-wilayah tersebut diminta bersiapsiaga. Seluruh kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana semua diminta standby.

“Seluruh kepala desa harus siaga, tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana semua ‘standby‘,” katanya.

 

Editor : Naviska