Gubernur Khofifah Imbau Pemda Bentuk Gugus Tugas Penanganan PMK
Khofifah

Caption: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menyampaikan arahan dalam Rakor Percepatan Penanggulangan PMK pada Ternak di Hotel Grand Mercure Kota Malang, Senin (30/5/2022). (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan PMK pada Ternak di Hotel Grand Mercure Kota Malang, Senin (30/5/2022).

Dalam rapat koordinasi tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan pihaknya telah menerbitkan SK Gubernur Jatim terkait Gugus Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kaki di Jawa Timur.

“SK gugus tugas ini akan menjadi payung dari kerja sama Bupati, Wali Kota, Dandim, Kapolres, sampai ke bawah (untuk penanggulangan PMK),” kata Khofifah.

Oleh karenanya, dalam rencana tindak lanjut pengendalian PMK di Jawa Timur diharapkan para Bupati/Wali Kota untuk segera menerbitkan SK Gugus Tugas Penanganan PMK di daerahnya masing-masing.

Untuk melakukan monitoring, pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah melakukan pembagian wilayah bagi kabupaten dan kota dengan kasus PMK.

Baca Juga :  Usai Upacara HUT ke-77 RI, Balai Kota Malang Digeruduk Orang-orang Belanda, Ternyata Ini Tujuannya

Wilayah bebas merupakan kabupaten/kota yang belum ada kejadian penyakit dengan tanda klinis PMK. Di Jawa Timur sendiri terdapat 9 kabupaten dan kota yang berada pada kategori ini.

Kategori kedua adalah wilayah terduga yakni wilayah yang sudah ada kejadian namun belum terkonfirmasi laboratorium, yang masuk kategori ini terdapat 4 kabupaten dan kota.

Selanjutnya yakni wilayah tertular yang sudah terdapat kejadian dan terkonfirmasi positif oleh laboratorium. Terdapat cukup banyak kabupaten/kota di Jatim yang berada pada kategori ini yakni ada sebanyak 21 wilayah.

Dan yang terakhir yaitu wilayah wabah merupakan daerah yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian sebagai wilayah wabah, terdapat 4 kabupaten di dalamnya.

Untuk Kota Malang sendiri berada pada kategori wilayah tertular dengan jumlah kasus sekitar 217 per tanggal 29 Mei 2022, ini merujuk data dari Pemprov Jawa Timur.

Baca Juga :  Ribuan Warga Binaan Lapas Kelas I Malang Dapat Remisi di Momen HUT ke-77 RI, 7 Langsung Bebas

“Kira-kira penanganannya hampir sama dengan saat penanganan Covid-19, harus segera diambil spesimennya, di cek di Lab Pusfetma, dan biasanya kalau 1 terkonfirmasi maka satu kendang harus ditreatment sama,” beber Khofifah.

Khofifah juga meminta tim tenaga kesehatan yang menangani kasus PMK untuk selalu waspada. Sebab persebaran virus yang sangat pesat dan dapat menempel di mana saja termasuk pakaian.

Ia menganjurkan petugas yang menangani ternak yang terkonfirmasi PMK untuk tidak ke kandang ternak yang belum terkonfirmasi.

“Tim Nakes yang menangani kandang yang sudah terkonfirmasi PMK tidak boleh ke kandang yang belum ada konfirmasi PMK. Maka, tim yang juga melakukan treatment ternak harus menggunakan APD,” sambungya.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi