Greysia Polii

Greysia Polii (Foto: instagram @greyspolii)

Satukanal.com, Nasional– Greysia Polii akan segera  gantung raket. Setelah menjalani karir panjang selama 30 tahun dengan 19 tahun di pelatihan nasional (pelatnas), Greysia Polii bakal mengumumkan pensiun sebagai pemain bulutangkis.

Kepastian itu didapatkan usai PBSI menggelar jumpa pers bertajuk Testimonial Day Greysia Polii di Jakarta pada Jum’at (03/06/2022). Meski demikian, acara perpisahannya itu akan digelar pada partai final ajang BWF World Tour Super 500 di Istora Senayan, Jakarta pada 12 Juni mendatang.

Nantinya, Greysia Polii akan tampil terakhir kalinya sebagai pebulu tangkis pada pertandingan eksibisi yang secara khusus digelar oleh panitia Indonesia Masters.

“Ide acara ini awalnya datang dari pelatih saya, coach Eng Hian dan kemudian diiyakan oleh PBSI serta sponsor untuk menggelar acara farewell nanti. Saya rasa ini adalah apresiasi dari PBSI dan sponsor bagi atletnya yang berprestasi, tidak ada kata yang bisa saya ucapkan selain bersyukur,” kata Greysia dikutip dari suara.com.

Keputusan Greysia Polii untuk gantung raket juga mengakhiri perjalanannya sebagai penghuni Pelatnas PBSI di Cipayung setelah sempat bergonta-ganti sektor. Sebelum, akhirnya mencetak sejarah sebagai ganda putri Merah Putih pertama yang menyumbang medali emas Olimpiade bersama pasangannya, Apriyani Rahayu.

Ucapan Terimakasih PBSI pada Greysia Polii

Sementara itu, Ketua Harian PP PBSI Alex Tirta yang turut hadir ikut menyampaikan terima kasihnya pada Greysia yang sudah memberikan sumbangsih positif dan bersejarah bagi bulu tangkis Indonesia.

Baca Juga :  Mengenal Tari Kecak, Kesenian dari Bali yang Populer dan Mendunia

“Saya ingin berterima kasih kepada PBSI yang sudah menjadi rumah saya selama 19 tahun. Tidak hanya kepada pengurus sekarang, tapi juga pendahulu-pendahulu yang telah membuat saya dan atlet-atlet lain bisa meraih gelar juara, berprestasi dan mengeluarkan kemampuan terbaik kami,” Greysia mengungkapkan.

Greysia Polii  sudah memberikan performa terbaik selama di pelatnas Cipayaung dan akan menjadi bagian tak terlupakan dari kisah bulu tangkis nasional.

“Selama di PBSI dia sempat dipasangkan dengan berbagai pemain seperti Kevin (Sanjaya Sukamuljo), Flandy Limpele lalu Vita Marisa hingga Apriyani yang akhirnya meraih medali emas Olimpiade. Dedikasi itu yang membuatnya bisa seperti sekarang,” katanya.

Meski menyatakan akan pensiun sebagai pemain bulu tangkis, secara pribadi Greysia juga tak ingin total meninggalkan bulutangkis Indonesia yang membesarkan namanya.

Tidak mungkin pula ia keluar dari jalur yang ditekuninya selama bertahun-tahun. Hanya saja tidak langsung pula ia akan langsung terjun ke profesi lain di dunia bulutangkis.

Untuk persoalan ini Greysia akan berdiskusi dengan sang suami. Bagaimanapun Greysia kini tak sendiri lagi. Ada sosok yang harus diminta pendapatnya dalam setiap langkah yang akan ditempuh.

Saat disinggung, apakah nantinya Greysia Polii akan terjun sebagai pelatih bulu tangkis, ia pun tidak bisa memberikan kepastian.

Sepak Terjang Greysia Polii di Bulu Tangkis

Sepanjang karirnya, Greysia pernah dipasangkan dengan banyak pemain baik sebagai ganda putri maupun ganda campuran.

Baca Juga :  Reshuffle Kabinet 2022 Berlangsung Hari Ini, Jokowi Lantik Hadi Tjahjanto dan Zulkifli Hasan Jadi Menteri

Pada nomor ganda putri, ia pernah dipasangkan dengan Mega Berlian Adhitya, Anggia Shitta Awanda, Pia Zebadiah Bernadet, Heni Budiman, dan Meiliana Jauhari.

Selain itu ada pula nama Nitya Krishinda Maheswari, Vita Marissa, Jo Novita, Liliyana Natsir, Rizki Amelia Pradipta, Rosyita Eka Putri Sari, dan Apriyani Rahayu.

Sedangkan di nomor ganda campuran, Greysia pernah dipasangkan dengan Tontowi Ahmad, Aji Basuki, Flandy Limpele, Muhammad Rijal, Rian Agung Saputro, dan Hendra Setiawan.

Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Ahmad Yono Yusuf pun ikut masuk dalam daftar pasangan bermain Greysia di nomor ganda campuran.

Tak kurang dari enam gelar World Tour, tiga gelar BWF Superseries, dan lima gelar BWF Grand Prix pernah diraih Greysia dengan pasangan yang berbeda-beda.

Capain itu belum termasuk medali emas yang diraihnya di SEA Games Filipina 2019, Asian Games Incheon 2014, dan Olimpiade Tokyo 2020.

Gelar yang disebut terakhir teramat spesial, bukan hanya karena diraih di pesta olahraga terakbar tetapi sekaligus membuat ganda putri Indonesia “pecah telur”.

Sebelumnya, ganda putri merupakan satu-satunya nomor yang belum menyumbang medali emas untuk Indonesia di olimpiade.  Dengan capaian Greysia Polii bersama pasangannya Apriyani Rahayu di ganda putri membawa mendulang berbagai pujian dan prestasi yang cemerlang. (adinda)