Geliat Perajin Tas Kedungmaling Mojokerto, Memproduksi Tas Super Murah Dan Berkualitas | SATUKANAL.COM
IMG_20220314_192403-c1dc8fd9

Sempat sepi pembeli selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, perajin tas Kedungmaling, Kabupaten Mojokerto menyiasati dengan memproduksi tas dengan harga yang sangat murah.

Satukanal.com  –M Alawi

Sebelum pandemi Covid-19, boleh dibilang produksi tas Khusnul Kholisoh berjaya. Pesanan membludak. Namun, sejak pandemi dua tahun silam, usaha wanita 59 tahun ini tiarap. Aktivitas produksi tas di rumahnya di Desa Kedungmaling Kabupaten Mojokerto menurun drastis.

“Ya, sempat mengalami dampak pandemi Covid-19. Biasanya kami orderan lima ribu tas dari Bali, sejak pandemi tidak ada sama sekali, lokal Mojokerto dan sekitarnya juga sepi,” ungkap Kholisoh kepada satukanal.com saat ditemui di gerai miliknya, Senin (14/3/2022).

Namun, Kholisoh mencoba bangkit. Kondisi sulit justru membuatnya kreatif. Dia menciptakan tas dengan harga murah meriah. Tas selempang waistbag yang bagus kualitasnya, ia jual sangat murah, hanya Rp15 ribu.

Menurut dia, inisiatif membuat tas murah dan berkualitas menjadi jawaban untuk tetap bertahan di tengah pandemi. “Menurunnya daya beli masyarakat, sekolah juga daring, sangat berdampak pada perajin seperti kami,” ujarnya.

Inovasi tas murah berkualitas karya pengrajin tas Kedungmaling (foto: Alawi/satukanal.com)
Inovasi tas murah berkualitas karya pengrajin tas Kedungmaling (foto: Alawi/satukanal.com)

Saat ini, dirinya hanya memproduksi. Biasanya pembeli datang langsung ke tempatnya. Ada yang membeli dengan partai besar ada pula dengan partai kecil. “Biasanya agen-agen datang langsung ke sini, kalau harga masih sangat terjangkau,” tuturnya.

Sampai saat ini, dia tidak menemukan kendala bahan baku. Pabrik dari Surabaya dan Sidoarjo selalu siap mensuplai segala bentuk kebutuhan produksinya. Ia mematok harga jual tasnya bervariasi, mulai dari Rp30 ribu sampai Rp200 ribu. “Saat ini kami banyak melayani pesanan dinas (pemerintahan), swasta, sekolah-sekolah, alhamdulillah ini sudah mulai ramai lagi, ” ucapnya dengan raut muka bahagia.

Lebih lanjut, Kholisoh mengisahkan jatuh bangun usaha yang dia bangun. Dulu, Sodiki, suaminya yang mengawali  kerajinan tas di Kedungmaling. “Suami saya dulu kerja di Surabaya, setelah keluar dan dapat ilmunya kami buka usaha membuat tas kecil-kecilan di sini,” ujarnya.

Sodikin menjajakan tasnya keliling Mojokerto dan sekitarnya. Pemasarannya masih tradisional, menjajakan dari gang ke gang. Kini usaha kerajinan tas yang didirikannya berkembang dengan pesat. Setidaknya ia mempekerjakan sekitar 20 orang tetangganya.

Editor: Danu  S