SATUKANAL.COM
Gejala PCOS
Kanal Kesehatan BERITA Lifestyle

Kenali 7 Gejala PCOS pada Perempuan yang Umumnya Dialami, Haid Tak Teratur

Satukanal.com, Nasional– Gejala PCOS mungkin banyak tak disadari oleh para perempuan. Padahal, dengan mengetahui gejalanya lebih dini, maka ada langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk mengurangi faktor risiko dari PCOS.

PCOS atau sindrom polikistik ovarium merupakan penyakit ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon. Hal ini bisa menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur.

Bahkan bisa disertai pembentukan kista multipel pada ovarium. Kondisi ini pun dapat menyebabkan wanita sulit untuk hamil. Sayangnya, hingga saat ini penyebab sindrom polikistik ovarium belum diketahui secara pasti.

Meski demikian, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan seseorang mengalami penyakit ini. Berikut ini ulasan mengenai faktor risiko sindrom polikistik ovarium:

Faktor Risiko PCOS

Gejala PCOS

Sebelum mengetahui gejala PCOS, sebaiknya ketahui dulu apa saja faktor risiko dari PCOS. Adapun faktor genetik ini dikaitkan dengan terjadinya peningkatan androgen yang tinggi pada perempuan pengidap PCOS.

Androgen sering disebut hormon laki-laki karena merupakan hormon yang dominan pada laki-laki, sedangkan pada perempuan hormon ini hanya diproduksi dalam jumlah yang sedikit.

Androgen bertugas untuk mengendalikan perkembangan sisi maskulin, seperti kebotakan androgen atau pola kebotakan laki-laki. Berdasarkan hal tersebut, ketidakseimbangan hormon bisa terjadi, ketika seorang perempuan mengidap PCOS.

Ketidakseimbangan hormon tersebut terjadi karena produksi androgen menjadi lebih banyak dari kadar androgen normal dalam tubuh perempuan. Hormon androgen yang tidak seimbang tersebut menyebabkan pertumbuhan rambut tidak normal dan jerawat, selain kondisi tersebut, perempuan juga tidak dapat melepaskan ovum dari ovarium setiap menstruasi.

Selain kadar androgen yang tinggi, perempuan dengan PCOS juga cenderung memiliki kadar insulin yang tinggi, terutama jika pengidap memiliki berat badan lebih atau memiliki riwayat diabetes mellitus pada keluarga.

Insulin merupakan hormon yang bertugas untuk mengatur karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh untuk dijadikan energi.

Sementara resistensi insulin adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat merespon insulin secara normal, sehingga terjadi peningkatan kadar glukosa dan insulin dalam darah. Kelebihan insulin mengakibatkan produksi hormon androgen meningkat, hal ini dapat mengganggu proses ovulasi.

Beberapa studi menunjukkan bahwa perempuan dengan PCOS memiliki sebuah tipe dari peradangan derajat ringan yang menyebabkan ovarium untuk memproduksi androgen, serta menyebabkan masalah jantung dan pembuluh darah.

Gejala PCOS

Gejala PCOS

Gejala PCOS ini perlu diketahui agar bisa melakukan pencegahan terhadap hal-hal yang beresiko sejak dini. Meski begitu, jika anda merasa gejala- gejala PCOS di atas dirasa memiliki kesamaan dengan anda, sebaiknya untuk tida melakukan self diagnosa atau diagnosa sendiri.

Anda harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter yang memang berkompeten terkait hal ini. Namun, gejala PCOS ini bisa dijadikan dasar untuk memeriksankannya llebih lanjut ke dokter. Berikut gejala PCOS antara lain:

  1. Siklus menstruasi tidak teratur. Perempuan yang mengidap PCOS bisa mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Seperti dalam setahun, ia hanya mengalami menstruasi sebanyak kurang dari 8 kali, atau siklus menstruasinya datang setiap 21 hari atau lebih sering. Bahkan, dalam beberapa kasus, pengidap tidak lagi bisa mengalami menstruasi sama sekali.
  2. Pertumbuhan rambut berlebih pada wajah, dagu, bawah hidung (kumis), yang disebut dengan hirsutisme. Hirsutisme ditemukan pada 70 persen perempuan dengan PCOS.
  3. Jerawat pada wajah, dada, dan punggung bagian atas.
  4. Kenaikan berat badan atau kesulitan menurunkan berat badan.
  5. Penipisan rambut atau kebotakan dengan pola kebotakan laki-laki
  6. Kulit menjadi gelap, terutama pada daerah lipatan leher, selangkangan, dan lipatan payudara.
  7. Tonjolan daging bersifat jinak yang disebut skin tag, biasanya di daerah ketiak atau leher.

Perlu diketahui bahwa untuk melakukan diagnosis yakni dengan mencari tahu riwayat medis kesehatan pengidap, riwayat menstruasi hingga perubahan berat badan yang dialami. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan dan fokus untuk memastikan gejala PCOS yang dialami, seperti munculnya jerawat, hirsutisme, dan resistensi insulin.

Selain itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormon, gula darah, dan profil lipid. Pemeriksaan ultrasound juga dapat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis PCOS dengan menemukan adanya penebalan dinding rahim, atau tampilan ovarium yang tidak normal.

Lantas, bagaimana pengobatan PCOS?

Secara umum, PCOS bisa diatasi dengan pengobatan menggunakan obat-obatan atau mengontrol berat badan. Anda akan disarankan untuk menurunkan berat badan agar gejala PCOS yang anda alami bisa membaik.

Selain itu, anda juga akan disarankan untuk melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan. Untuk membuat siklus menstruasi teratur, dokter akan merekomendasikan beberapa jenis obat-obatan, seperti:

  • Kemandulan.
  • Diabetes gestasional.
  • Hipertensi gestasional.
  • Steatohepatitis non-alkoholik.
  • Sindrom metabolik.
  • Diabetes mellitus tipe 2.
  • Sleep apnea.
  • Depresi dan gangguan cemas.
  • Perdarahan rahim abnormal.
  • Kanker endometrium.

Nah, itulah ulasan seputas gejala PCOS. Jika anda mengalami berbagai gejala yang terkait dengan PCOS sebaiknya segera tanyakan langsung pada dokter mengenai gangguan kesehatan yang anda alami di pusat kesehatan terdekat di kota anda.

 

 

 

 

(adin)

Kanal Terkait

Satukanal.com