8 Fakta Kuat Ma'ruf, Satu-satunya Warga Sipil Yang Jadi Tersangka Di Kasus Pembunuhan Brigadir J
Pisau Kuat Ma’ruf

Kuat Ma'ruf (Foto: suara.com)

Satukanal.com, Nasional– Fakta- fakta Kuat Ma’ruf, salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir J perlu untuk diketahui. Terlebih, saat ini namanya sedang menjadi sorotan lantaran banyak yang mempertanyakan bagaimana perannya dalam kasus pembunuhan tersebut.

Apalagi, Kuat Ma’ruf menjadi satu-satunya warga sipil yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut diantara tersangka lainnya yang merupakan anggota Polri.  Adapun, Kuat Ma’ruf adalah seorang asisten rumah tangga atau ART yang juga bekerja sebagai sopir Putri Candrawati, istri Ferdy Sambo.

Ia pun ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Bersama tiga tersangka lainnya yakni Ferdy Sambo, Bharada E atau Bharada Richard Eliezer, Brigadir RR atau Brigadir Ricky Rizal. Sejumlah Fakta Kuat Ma’ruf mulai terungkap.

Fakta – Fakta Kuat Ma’ruf

Meski demikian, sosok Kuat Ma’ruf belum banyak diketahui publik. Lantas, seperti apa fakta Kuat Ma’ruf dan perannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J? Simak ulasan Fakta Kuat Ma’ruf di bawah ini:

1. Nyaris Melarikan Diri

Fakta Kuat Ma’ruf pertma adalah ia nyaris melarikan diri. Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Kuat sempat ingin melarikan diri Ketika akan ditangkap.

“Kuat Maruf sempat ingin melarikan diri, namun berhasil kami tangkap,” ucap Kapolri dalam rapat dengan pendapat (RDP) dengan anggota Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (24/9/2022) dikutip dari suara.com.

2. Sosok Kepercayaan Ferdy Sambo

Sebagai sopir Sambo dan telah lama menajdi asisten rumah tangga (ART) keluarga Sambo. Kuat disebut-sebut mempunyai kekuasaan lebih bahkan di atas ajudan Ferdy sambo yang merupakan anggota Polri.

Kekuasaan tersebut muncul karena Kuat sudah lama menjadi bagian dari keluarga Sambo. Kuat sangat dipercaya keluarga Sambo, bukan hanya sekedar mengemudikan mobil, tetapi informasi dari Kuat juga begitu dipercayai Sambo.

3. Sebut ada adegan tak lazim Putri Candrawathi dan Brigadir J

Fakta Kuat Ma’ruf selanjutnya yakni sebut ada adegan tak lazim Putri dan Brigadir J. Kuat mengaku memergoki Brigadir J yang mendekati istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Menurut pengakuannya, Brigadir J berupaya membopong Putri sambil berkata, “Jangan di sini dong”.

Kuat yang melihat peristiwa itu pun langsung meneriaki Brigadir J untuk tak menggendong Putri. Ia bahkan memarahi Brigadir J.

“Kamu siapa? Nggak ada yang angkat-angkat Ibu,” kata Kuat.

Ia juga mengaku memergoki kejadian janggal di Magelang saat Putri dan Brigadir J duduk berdekatan di sofa kamar. Kejadian tersebut membuatnya menduga bahwa Putri dan Brigadir J memiliki kedekatan khusus.

Tak sampai di situ, Kuat juga diduga melaporkan kejadian tersebut kepada Ferdy Sambo sehingga membuatnya marah besar.

4. Sampaikan ancaman pembunuhan ke Brigadir J

Vera Simanjutak, kekasih Brigadir J mengatakan bahwa Brigadir J pernah mendapat ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh ‘skuad’. Namun, Vera tidak mengetahui siapa yang dimaksud ‘skuad’ yang mengancam Brigadir J. Belakangan, Kuat diduga merupakan sosok ‘skuad’ tersebut.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam sempat menjelaskan bahwa pihaknya berkomunikasi dengan Vera dan mendapatkan keterangan cukup detail. Keterangan tersebut mencakup ancaman pembunuhan pada 7 Juli malam hari.

Skuad yang dimaksud adalah Kuat Ma’ruf, yakni Si Kuat bukan skuad. Ancaman pembunuhan tersebut muncul karena awalnya ada larangan Brigadir J menemui ibu Putri karena akan membuat Putri sakit. Jika nekat naik ke atas, maka Brigadir J akan dibunuh.

5. Satu-satunya warga sipil yang jadi tersangka

Kelima tersangka yang ditetapkan oleh Mabes Polri adalah Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal Wibowo alias Brigadir RR, Bharada Richard Eliezer Pudhihang Lumiu alias Bharada E dan Putri Cendrawathi.

Lalu Kuat Ma’ruf juga ditetapkan sebagai tersangka. Dari kelima tersangka yang ditetapkan Mabes Polri, hanya terdapat satu warga sipil yang terlibat yakni Kuat Ma’ruf.

6. Membantu dan menyaksikan penembakan terhadap Brigadir J

Berikutnya, pembahasan mengenai Fakta Kuat Ma’ruf adalah saat penembakan Brigadir J. Kuat Ma’ruf menjadi tersangka lantaran, diduga turut membantu dan menyaksikan penembakan Brigadir J.

“KM membantu dan menyaksikan penembakan korban,” kata Kabareskrim Komjen Agus Andrianto saat jumpa pers, Selasa (9/11/2022).

Sosok tersebut, Kuat ternyata sempat muncul ke publik saat memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pada Senin (1/8/2022).

Ketika memenuhi panggilan pemeriksaan bersama tiga asisten rumah tangga (art) keluarga Ferdy Sambo, dan satu ajudan Brigadir D alias Deden. Penampakan Kuat kala itu pun, telah dikonfirmasi dari sumber pihak yang melangsungkan pengusutan terhadap kasus ini.

Sosoknya telah dikonfirmasi, hadir ketika pemeriksaan dengan kemeja abu-abu panjang, dan celana panjang. Adapun, Kuat memiliki perawakan berambut pendek tipis, dengan badan yang gempal berisi.

7. Menghubungi Polisi Usai Kematian Brigadir J

Fakta Kuat Ma’ruf selanjutnya yakni ia menghubungi polisi usai kematian Brigadir J. Kuat Ma’ruf yang menghubungi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit untuk datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan Brigadir J di kediaman Ferdy Sambo kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

“Salah satunya, Kasat Reskrim Polres Jaksel yang hadir pertama di TKP pukul 17.30 WIB, pada saat itu yang bersangkutan dihubungi driver saudara FS (KM),” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Sigit menyebut, polisi yang datang setelahnya adalah personel dari Biro Provos Divisi Propam Polri sekitar pukul 17.47 WIB atas perintah Ferdy Sambo. Mereka kemudian melakukan pendataan dan pengamanan barang bukti.

Sementara itu, masuk pukul 19.00 WIB, para saksi antara lain Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf pun dimintai keterangan di Kantor Biro Paminal Divisi Propam Polri. Untuk pelaksanaan olah TKP baru selesai pukul 19.40 WIB.

8. Larang Brigadir J ketemu Putri Candrawathi

Berikutnya Fakta Kuat Ma’ruf diungkapkan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam yang memaparkan bahwa Brigadir J dilarang bertemu dengan Putri Candrawathi yang pada saat itu berada di lantai atas, karena akan membuat istri Ferdy Sambo sakit.

Jika Brigadir J nekat naik ke atas, maka diancam akan dibunuh.

“Jadi Yosua dilarang naik ke atas menemui ibu P karena membuat ibu P sakit, kalau naik ke atas akan dibunuh. Jadi komunikasi tanggal 7 malam,” ungkapnya.

Mendapat informasi tersebut, Komnas HAM terus menggali, siapa yang memberikan ancaman pembunuhan tersebut. Kala itu, Vera menyebut ancaman berasal dari ‘skuad’. Tapi Vera tidak tahu siapa yang dimaksud dengan ‘skuad’ yang mengancam Yosua.

“Siapa yang melakukan? Vera bilang oleh skuad. Skuad ini siapa, apa ADC apa penjaga, sama sama tidak tahu, saya juga tidak tahu,” terang Anam.

“Ujungnya nanti kita tahu bahwa skuad yang dimaksud itu adalah Kuat Ma’ruf. Si Kuat, bukan skuad penjaga ternyata,” sambungnya.

Demikianlah sejumlah Fakta Kuat Ma’ruf, salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang merupakan satu-satunya warga sipil selain tiga tersangka lainnya.

 

(Adinda)

Advertisements