Emak-emak Di Kediri Sukses Berkebun Organik Di Pekarangan, Hasil Panennya Dijual Hingga Ke Swalayan | SATUKANAL.COM
Emak-emak di Kediri Sukses Berkebun di Pekarangan, Hasil Panennya Dijual Hingga Ke Swalayan

Emak-emak di Kediri Sukses Berkebun di Pekarangan, Hasil Panennya Dijual Hingga Ke Swalayan

Emak-emak di Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini betul-betul kreatif dengan mengoptimalkan lahan di pekarangan rumahnya untuk berkebun serta menghasilkan pundi-pundi rupiah. 

Satukanal.com – Anis Firmansyah

Nuansa hijau terlihat di deretan pekarangan rumah di kawasan  RT 1/ RW 9 di Dusun Jombangan, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Sebagian lahan ditanami beragam tanaman sayur mayur.

Sebanyak 80 kepala keluarga di kawasan tersebut yang memiliki kebun di pekarangan rumahnya. Bukan produk tanaman biasa, namun tanaman organik yang tanpa pestisida. Tentunya, nilai jualnya lebih tinggi.

Sayur organik ini tak hanya  sebagai ketahanan pangan rumah tangga yang hasilnya dikonsumsi sendiri, komoditi itu bahkan dijual. Tak main-main hasil kebun di pekarangan ini menembus pasar di sejumlah swalayan di Kediri.

Hal yang luar biasa, motor program kebun organik di rumah ini adalah  emak-emak yang tergabung dalam Perkumpulan Kelompok Wanita Tani (PKWT). “Saat ini, kami dapat menghasilkan hasil kebun organik yang berkualitas, karena tidak mudah menembus swalayan, karena ada standar kualitas. Dan, kami berhasil memenuhi standarisasi dari swalayan,” ungkap Istiati kepada satukanal.com.

Baca Juga :  Ratusan Warga Peringati Lahirnya NKRI pada 18 Agustus di Situs Ndalem Pojok Kediri

Disebutkan Istiati, untuk jenis produk sayur tanaman unggulan yang dihasilkan PKWT ini ialah jenis Pakcoy serta  beberapa jenis tanaman sayur lain, seperti Bungkul, Sawi dan selada yang dijual masing-masing Rp4 ribu.

Dia menjelaskan dari keseluruhan hasil tanaman dipanennya satu bulan sekali untuk dikirimkan ke konsumen swalayan ataupun pasar tradisional. Keunggulannya tanaman sayurnya tanpa pestisida. Sehingga, aman untuk dikonsumsi.

Kegiatan berkebun ini berawal dari sumbangan bibit dan polybag dari Pemerintah Desa Tertek dan Pemkab Kediri pada  2012. Bantuan awal hanya 10 biji benih dan 10 unit polybag tanaman. Ditambahkan pupuk kandang yang hanyalah cukup untuk sejumlah unit tanaman polybag.

“Selanjutnya kita mandiri, berkembang terus. Selain itu, juga ada bantuan dari DKPP Kabupaten Kediri, lalu dari desa dan Dispertabun mulai benih dan polybag. Bahkan ada bantuan rak dan penyiraman tanaman,” tambah Istiati.

Baca Juga :  Laga Perdana, Persik Kediri Kalah 2 - 0 dari Persita Tangerang 

Emak-emak yang terbagung dalam PKWT memang luar biasa. Mereka konsisten untuk bercocok tanam, memperluas lahan tanam serta mengembangkan usahanya. Hingga pada tahun 2019, PKWT berhasil bekerjasama dengan sejumlah swalayan besar di wilayah Kediri. Sehingga, PKWT memasok produk sayur organik ke swalayan tersebut.

Menurut Istiati, keberadaan aktivitas berkebun ini berpengaruh hasil positif bagi  ibu-ibu rumah tangga. “Selain dapat menjadi ketahanan rumah tangga, hasilnya juga membantu suami menambah penghasilan rumah tangga,” pungkas Istiati.

Editor: Danu S