Eks Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa Divonis 6 Tahun Penjara, Aset Dirampas | SATUKANAL.COM
Mustofa Kamal Pasa

Caption: Proses persidangan eks Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasha di PN Tipikor Surabaya, Kamis (22/9/2022)

Satukanal.com, Kota Surabaya – Mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP), divonis enam tahun penjara, denda Rp5 miliar, dan diharuskan mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp17 miliar.

Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim dalam sidang putusan di PN Tipikor Surabaya, Kamis (22/9/2022).

Sebelumnya, Mantan Bupati Mojokerto periode 2010-2018 itu didakwa dengan kasus gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Majelis Hakim PN Tipikor Surabaya yang ketuai Marper Pandiangan memerintahkan menyita harta bendanya, atau diganti hukuman selama 1,4 tahun dan 2 tahun penjara.

“Apabila dalam satu bulan setelah mempunyai ketetapan hukum MKP tidak mampu membayar denda dan kerugian negara, harta bendanya akan disita oleh negara. Kalau tidak mencukupi, maka akan akan diganti hukuman penjara selama 1,4 tahun dan 2 tahun penjara,” kata Marper Pandiangan saat membacakan putusan.

Vonis majelis hakim ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, yang menuntut Mustofa Kamal Pasa dengan hukuman enam tahun penjara, denda Rp5 miliar subsider 1,4 tahun, dan mengembalikan uang Rp17 miliar subsider 2 tahun penjara.

Selain itu, puluhan mobil, puluhan bidang tanah, dan aset milik keluarga Mustofa Kamal Pasa juga dirampas oleh negara. Di antaranya pabrik CV MUSIKA dan rumah adik Mustofa Kamal Pasa.

Mustofa Kamal Pasa dinyatakan terbukti menerima uang gratifikasi dari jual beli promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, serta fee dari sejumlah rekanan yang mengerjakan proyek di Pemkab Mojokerto sebanyak Rp46 miliar.

Sementara itu, Koordinator JPU KPK, Arif Suhermanto mengatakan, walaupun sempat tertunda hampir tiga minggu, akhirnya hari ini dibacakan putusan majelis hakim.

“Semua putusan majelis hakim hari ini mempertimbangkan apa yang diajukan JPU KPK. Dalam tuntutannya dan putusan majelis hakim hari ini hampir sama. Pidana kurungan penjara sama dengan apa yang diminta oleh JPU KPK, yakni pidana kurungan penjara enam tahun, denda Rp5 miliar subsider 16 bulan, dan uang pengganti Rp17 miliar subsider 2 tahun,” ungkap Arif.

“Kami JPU KPK juga telah menyatakan sikap menerima putusan majelis hakim hari ini, meskipun terdakwa dan penasihat hukumnya masih mikir-mikir. Intinya aset yang dibeli sebelum tahun 2010 akan dikembalikan,” lanjut Arif.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi

Advertisements