Drama Penangkapan Selesai, MSA Akhirnya Dibawa Polisi Ke Mapolda Jatim | SATUKANAL.COM

Ket foto : Truk polisi yang mengangkut para massa pendukung MSA. (Anggit/satukanal)

Satukanal.com, Jombang – Setelah drama penangkapan yang begitu panjang, Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil membawa tersangka dugaan kasus pelecehan terhadap santriwati, MSA ke Mapolda Jatim.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta saat hadir di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kecamatan Jombang lokasi Pondok Pesantren Shiddiqiyyah. Dirinya mengatakan bahwa tersangka menyerahkan diri malam ini, sekitar pukul 23.45 WIB.

“Malam ini yang bersangkutan menyerahkan diri kepada kami,” ucapnya pada Kamis (7/7/2022) malam. 

Kapolda melanjutkan, memang sebagai warga negara, harusnya patuh terhadap hukum 

“Sebagai warga negara harus patuh pada hukum. Kemudian, kedepan kami akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan untuk menentukan salah atau tidaknya nanti. Sehingga kami tetap memberikan ruang kepada yang bersangkutan untuk melakukan pembelaan diri di hadapan persidangan,” ungkapnya. 

Untuk selanjutnya, dalam proses ini, pihaknya hanya menjalankan tugas yang ada dan sesuai dengan tupoksi. 

Baca Juga :  Cekcok dengan Dalih Sering Di-bully, Pemuda Mojokerto Tusuk Rekan Kerja Pakai Badik

“Yang harus diingat, proses ini berjalan karena adanya korban. Sehingga Polri bertugas untuk memberikan pelayanan kepada siapa saja yang menjadi korban. Untuk selanjutnya kami akan kabarkan informasi selanjutnya nanti,” jelasnya. 

Lebih lanjut, terkait nasib ratusan simpatisan yang sebelumnya diangkut ke Polres Jombang karena menghalang-halangi proses penangkapan, Nico menyebut siapapun yang mengganggu penegakan hukum juga akan di proses. 

“Untuk para simpatisan yang ditahan sebanyak 320 orang ini sekarang masih ditahan di Polres Jombang. Jadi kami harus ingatkan, barang siapa yang menghalang-halangi proses penegakan hukum maka juga akan kami proses,” ujarnya. 

Para simpatisan saat ini masih dalam proses tindak lanjut usai dibawa ke Polres Jombang. Pihaknya juga menyayangkan dilibatkannya anak-anak dalam proses penangkapan kali ini. 

“Karena proses pendataan juga masih dilakukan, dari 320 itu dari data bukan hanya dari Jombang, sekitar 70 orang dari Jombang, 20 orang dari luar dan ada 40 diantaranya yakni anak-anak. Kami juga sangat menyayangkan mengapa anak-anak juga diikutsertakan,” katanya. 

Baca Juga :  Berkunjung ke Ponpes Ploso Kediri, Kapolri Listiyo Sigit Minta Doa Kiai untuk Institusi Polri

Untuk sekarang, MSA sendiri sudah dibawa oleh petugas Polda Jatim menggunakan mobil. Bersama beberapa petugas di dalamnya. 

“Saat ini saudara MSA kita bawa ke Polda Jatim dan sudah berangkat dalam perjalanan menuju kesana. Untuk Pak Kyai dan Bu Nyai tidak dibawa, namun, kami mempersilahkan yang bersangkutan untuk membawa kedua orangtuanya,” pungkasnya. 

Upaya yang dilakukan tim gabungan Polda Jatim dan Polres Jombang kali ini tepat sasaran. Sejak pagi, sekitar pukul 07.00 WIB sampai tertangkapnya MSA yang menghabiskan waktu sekitar 15 jam berbuah manis. 

Dimana, tersangka yang juga telah ditetapkan masuk DPO ini kali ini tertangkap, setelah dalam beberapa kesempatan selalu mangkir dari panggilan Polda. 

 

 

 

Pewarta: Anggit Pujie Widodo 

Editor: Ubaidhillah