DPRD Kota Malang

Caption: Rapat Paripurna di DPRD Kota Malang, Kamis (23/6/2022). (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Fraks-fraksi yang ada di DPRD Kota Malang secara bergantian menyampaikan pandangan umum dalam rapat paripurna Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021, Kamis (23/6/2022).

Dalam rapat paripurna tersebut, banyak fraksi yang menyoroti capaian Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang cukup besar di empat tahun terakhir.

“SILPA dalam 4 tahun terakhir, dan juga tengah berada di kepemimpinan saat ini, termasuk besar yaitu tahun anggaran 2018 sebesar 489 miliar, tahun 2019 sebesar 743 miliar, tahun 2020 sebesar 500 miliar dan 2021 sebesar 484 miliar,” ujar perwakilan dari Fraksi PDI-Perjuangan, Agoes Marhenta.

Baca Juga :  Wabah PMK Buat Penjualan Daging Sapi di Pasar Oro-Oro Dowo Anjlok

Menurut Agoes, nominal SILPA tersebut perlu ditelaah lebih lanjut dan menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk ke depannya.

Hal ini, lanjut Agoes, tentunya menandakan bahwa masih ada penyerapan anggaran yang kurang maksimal, dan dikhawatirkan akan berpengaruh pada target kinerja yang kurang maksimal pula.

Sementara Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, berharap Pemkot Malang dapat melakukan penyerapan anggaran supaya lebih dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“SILPA masih tinggi dan menjadi sorotan kita. Ke depan kita harap SILPA bisa ditekan dan serapan anggarannya bisa dirasakan masyarakat. Termasuk yang disampaikan Fraksi PDIP, bahwa Pemkot kebanyakan melaksanakan programnya di akhir tahun anggaran,” ujar Made.

Baca Juga :  45 Pendekar Berlaga di Kejuaraan Pencak Silat Remaja Piala Kapolresta Malang Kota Cup II

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menuturkan, pandangan umum yang disampaikan oleh masing-masing fraksi di rapat paripurna kali ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemkot Malang.

Meskipun demikian, menurut Sofyan Edi, di lain sisi Pemkot Malang juga telah berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Berkaitan dengan pendapatan daerah, ada yang melampaui target dan ada yang tidak. Tapi secara keseluruhan ada kenaikan dibanding 2020. Berkaitan dengan SILPA, perlu pencermatan terkait pembelanjaan baik yang bersifat fisik maupun nonfisik,” kata dia.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi