Diprotes Korban, Kapolresta Kediri Beberkan Kendala Pengungkapan Kasus Dugaan Penipuan Koperasi NMSI | SATUKANAL.COM
Koperasi NMSI

Caption: Korban dugaan penipuan koperasi NMSI beraudiensi dengan aparat di Mapolresta Kediri, Senin (4/7/2022). Doc: Anis/Satukanal.com

Satukanal.com, Kota Kediri – Sejumlah massa yang diduga menjadi korban penipuan nasabah berbentuk kemitraan di Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) kembali mendatangi Mapolresta Kediri, Senin (4/7/2022) pagi.

Massa berjumlah sekitar 30 orang dari berbagai daerah tersebut menagih jawaban atas aksi sebelumnya yang digelar pada Kamis (9/6/2022) lalu.

Mereka mempertanyakan Laporan Polisi (LP) terkait tindak pidana penipuan yang sudah dilaporkan sejak tahun 2021. Namun LP tersebut belum ada perkembangan berarti.

Salah satu korban yang mendatangi Mapolresta Kediri, Bu Drajat mengatakan, kedatangan massa aksi kali ini yakni untuk meminta audiensi kepada aparat kepolisian.

“Mengajukan permohonan untuk audiensi kedua dengan bapak Kapolresta Kediri, terkait pengembangan kasus koperasi berdasarkan LP tahun 2021,” ujar perempuan asal Madiun tersebut, Senin (4/7/2022).

Baca Juga :  Persik Kediri Bermain Kandang Lawan Borneo FC, Panpel Terbitkan Tribun Kelas Utama Rp75 Ribu

Pengataman Satukanal.com, saat pertama kali datang, massa yang kesal sempat memblokade jalan di depan Mapolresta Kediri, hal itu sempat menimbulkan kemacetan. Petugas kemudian menghalau massa agar tidak memblokade jalan.

Setelahnya, ketegangan sempat terjadi ketika aparat kepolisian hanya mengizinkan sepuluh perwakilan massa aksi untuk masuk ke Mapolresta Kediri.

Sementara Kapolresta Kediri, AKBP Wahyudi, menyebut bahwa telah ada kesepakatan bersama dengan massa aksi. Kesepakatan tersebut merupakan buah audiensi antara korban dugaan penipuan NMSI dengan polisi.

Wahyudi menuturkan, memang ada kendala dalam pengusutan perkara penipuan nasabah berbentuk kemitraan NMSI. Kendala tersebut yakni belum tertangkapnya terduga pelaku yang kini masih berstatus DPO.

Baca Juga :  Ratusan Warga Peringati Lahirnya NKRI pada 18 Agustus di Situs Ndalem Pojok Kediri

“Kendalanya itu yang disampaikan bahwa ada satu tokoh yang menjadi DPO, yang belum bisa kita lakukan pemeriksaan. Mudah-mudahan bisa cepat tertangkap atau bisa didapatkan si tokoh ini. Kalau sudah dapat ya cepat lakukan pemeriksaan,” tutur Wahyudi.

Koperasi NMSI memiliki unit usaha berkedok produksi madu jenis klanceng. Koperasi ini beranggotakan ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Madiun, Semarang, Kalimantan, Bandung, Jember, dan lainnya.

Total anggota koperasi NMSI mencapai 8000 nasabah. Diduga kerugian total yang dialami anggota koperasi ini berkisar antara Rp500 miliar hingga Rp1 triliun.

Pewarta: Anis
Editor: U Hadi