Dinkes Kota Kediri Gandeng Dokter Spesialis, Berikan Pemahaman Deteksi Dini Gangguan Indera Dan Fungsional Pada Nakes Puskesmas | SATUKANAL.COM

Satukanal.com, Kota Kediri — Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan kegiatan orientasi pencegahan dan pengendalian gangguan indera dan fungsional bagi tenaga kesehatan yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Kediri, Selasa (28/6/2022).

Kegiatan tersebut dimaksudkan guna memberikan pemahaman tentang penanganan dan deteksi dini gangguan indera dan fungsional kepada tenaga medis di puskesmas. Sehingga tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas diberbagai Kecamatan mempunyai pemahaman yang lebih medalam.

Fauzan Adima, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri mengatakan penggunaan laptop, ponsel tentunya sangat berpengaruh untuk penglihatan dan pendengaran baik untuk ana-anak, remaja dan orang tua. Ditengah aktifitas yang sudah dua tahun lebih karena pandemi Covid-19 merubah metode pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran online (daring).

“Hal itu bisa berisiko menurunkan fungsi indera penglihatan. Jika kita perhatikan saat ini banyak anak yang masih sekolah sudah menggunakan kacamata. Selain itu, penggunaan headset yang terlalu sering juga dapat merusak pendengaran. Oleh karena itu, penting untuk melakukan kewaspadaan terhadap gangguan indera untuk pencegahan dan pengendalian,” terangnya.

Fauzan melanjutkan,bahwa petugas puskesmas punya andil dalam hal itu agar deteksi secara dini dan pengobatan gangguan indera bisa disegerakan, “Jika masyakarat ke puskesmas pasti akan dilakukan pemeriksaan awal dan dari situ bisa diketahui ada gangguan apa. Jika nanti memang perlu penanganan lebih lanjut maka kita berikan rujukan ke rumah sakit,” imbuhnyanya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini juga turut mengundang dokter spesialis dari RSUD Gambiran yaitu dr. Elyda Mustikaningtyas, Sp. THT-KL dan  dr. Bambang Wahyu Widodo, Sp. M sebagai narasumber.

Harapannya dengan melalui kegiatan seperti tersebut kemampuan dan kinerja tenaga kesehatan dalam penanganan gangguan indera dan fungsional meningkat dan nantinya ilmu yang diperoleh bisa diaplikasikan ke masyarakat. Pihak Dinkes menyakini dengan dibekali pemahaman tersebut akan banyak yang menerima manfaatnya.

(Adv)