Dimulai Tahun Ini, Polri Tegaskan Ganti Warna Pelat Kendaraan Gratis | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
pelat kendaraan

Ilustrasi penggantian warna pelat nomor kendaraan (Foto: Instagram PolantasIndonesia)

Satukanal.comNasional – Terbaru, penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat kendaraan berwarna putih akan diberlakukan pada pertengahan 2022.

Semua pelat hitam tulisan putih diubah menjadi sebaliknya yakni pelat putih dan tulisan hitam. Perubahan warna pelat nomor kendaraan tersebut, tidak dibebankan kepada pemilik kendaraan.

Diketahui, penggantian warna dasar pelat nomor memiliki tujuan utama agar penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) agar berjalan lebih efektif.

Tak hanya penggantian warna dasar pelat, nantinya bakal dipasang pula cip khusus atau Radio Frequency Identification (RFID). Cip ini bisa digunakan untuk pembayaran parkir, tol, hingga pantauan riwayat pelanggaran lalu lintas.

Baca Juga :  Hasil Futsal SEA Games 2021, Indonesia Babat Habis Myanmar 6-0

Kebijakan bersebut adalah aturan baru yang dikeluarkan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Adapun pelaksanaannya aturan penggantian pelat nomor kendaraan dilakukan secara bertahap.

Dikarenakan peralihan warna dasar pelat nomor dilakukan bertahap, artinya saat wacana ini terealisasikan, masih akan sering ditemukan kendaraan dengan pelat nomor warna dasar hitam.

Namun para pengendara tak perlu khawatir, hal tersebut bukanlah tindakan ilegal. Yang terpenting adalah pemilik kendaraan tidak abai dengan kewajibannya berkaitan dengan administrasi kepemilikan kendaraan seperti membayar pajak.

Sementara, Polri menegaskan bahwa peralihan pelat nomor ke versi baru ini sama sekali tidak akan memungut biaya tambahan alias gratis.

Baca Juga :  Beberapa Ucapan Lebaran dalam Bahasa Jawa yang Dapat Kamu Gunakan

Sebab, pemilik kendaraan sudah mengeluarkan biaya untuk pencetakan pelat nomor baru tiap 5 tahun sekali yang masuk dalam instrumen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sebagai informasi, pihak kepolisian juga akan berkolaborasi dengan pihak tol untuk E-Tol. Jika nantinya kendaraan ingin masuk tol namun jenis kendaraan dan pelatnya tidak sesuai, maka gerbang tol tidak akan terbuka. Sistem ini dianggap tepat karena dapat terintegrasi dengan sistem lain. (viska)