Diduga Cagar Budaya, Disbudparpora Dan BPCB Jatim Hentikan Pembongkaran Rumah Kuno Di Kota Kediri | SATUKANAL.COM
Kota Kediri

Caption: Disbudparpora Kota Kediri dan BPCB Jatim melakukan sidak bangunan kuno yang diduga cagar budaya di Jalan Brawijaya Kota Kediri, Selasa (28/6/2022)

Satukanal.com, Kota Kediri – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) meminta pembongkaran sebuah rumah kuno di Jalan Brawijaya Kota Kediri dihentikan sementara.

Sebab, rumah kuno tersebut diduga merupakan peninggalan era pemerintahan Hindia Belanda.

“Saya minta ini diberhentikan pembongkaranya. Jangan dibongkar lagi, karena sebenarnya kita bisa memberi win-win solution untuk kepentingan pemanfaatan,” jelas Kepala BPCB Jatim, Zakaria Kasimin, Selasa (28/6/2022).

Pihak BPCB Jatim, kata Zakaria, tak ingin bagian terpenting dari rumah yang pernah ditempati tentara berpangkat letnan keturunan Tionghoa tersebut dibongkar, sehingga menghilangkan ciri khasnya.

“Tapi jangan langsung membongkar bagian-bagian terpenting dari bangunan ini, dengan menghilangkan ciri khasnya itu yang tidak kami inginkan,” tuturnya.

Rencananya, oleh pemilik rumah bangunan kuno tersebut akan dirombak menjadi outlet makanan siap saji sistem drive thru.

Baca Juga :  Peringatan Hari Anak Nasional, PPA Kecam Dugaan Pencabulan Oknum Guru di Kota Kediri

“Namun karena ini sudah didata baik oleh BPCB maupun Pemkot masuk dalam kategori objek yang diduga cagar budaya. Tetapi kemudian pengembang ingin melakukan perubahan secara utuh, ini yang tidak kita perbolehkan. Karena dalam UU Cagar Budaya nomor 11 tahun 2010, adaptasi penyesuaian untuk kepentingan kebutuhan dibolehkan sebatas tertentu, artinya tidak semua harus dibongkar,” sebut Zakaria.

Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachrie Achmad menjelaskan, pengentian pembongkaran bangunan kuno ini bermula saat pihaknya menerima laporan dari masyarakat, kemudian ditindaklanjuti.

“Kami langsung mengajak musyawarah pemilik bangunan untuk kami pertemukan dengan penggiat budaya, kemudian dari BPBC sekalian. Langkah selanjutnya merumuskan dari sisi kepentingan mereka, dengan pelestari cagar budaya kita. Itu nanti kita pertemukan lagi, tapi sebelumnya pembongkaran diberhentikan dulu. Pemilik dalam hal ini sudah menyanggupi berhenti, dan akan menyanggupi juga mempertemukan pihak pemborong atau pelaksana pembangunan ke pemerintah,” ujar Zachrie.

Baca Juga :  Janjikan Kemenangan, Roca Siapkan Kejutan Saat Persik Bentrok dengan Bhayangkara FC

Pemilik rumah kuno, Bambang Pranowo menuturkan, bangunan miliknya ini berada di tanah seluas 2600 meter persegi.

Bambang mengaku tidak tahu ada ketentuan larangan untuk membongkar. Dirinya juga tidak mengerti bila bangunan miliknya ternyata adalah cagar budaya.

“Katanya bapak-bapak itu suruh berhenti sementara. Kalau saya dari awal dikasih tahu mungkin saya tidak berani lancang. Kalau saya dipojokkan juga tidak mau. Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Saya beli rumah ini tahun 2010-2011,” papar pria yang kini berusia 73 tahun tersebut.

Pewarta: Johny Indo
Editor: U Hadi